Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home global news detail berita

Jangan Bersedih, Berikut 7 Daftar Hikmah Pandemi Covid-19

Muhajirin Sabtu, 31 Juli 2021 - 22:04 WIB
Jangan Bersedih, Berikut 7 Daftar Hikmah Pandemi Covid-19
Ilustrasi keluarga rahma, sakinah dan mawaddah di tengah pandemi Covid-19. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota Majelis Dakwah PP Al Irsyad Al Islamiyah Ustadz Abdullah Hadrami meminta masyarakat terutama ummat Islam agar tidak bersedih menghadapi pandemi Covid-19. Dia pun mengutip Surah At-Taubah ayat 40, Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.

Ustadz Abdullah lalu memaparkan tujuh hikmah di balik musibah pandemi akibat virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China. Hikmah-hikmah tersebut bisa menjadi renungan sebagai penghibur menghadapi wabah kecemasan di tengah pandemi. Dia meminta ummat agar fokus pada hal-hal positif, tidak terbebani pikiran akan hal-hal yang tidak perlu.

Berikut tujuh hikmah di balik pandemi Covid-19:

1. Allah Maha Kuasa, Mahluk Sangat Lemah
Jangan Bersedih, Berikut 7 Daftar Hikmah Pandemi Covid-19
Ustadz Abdullah mengatakan, pandemi membuat masyarakat semakin meyakini kebesaran Allah SWT dan menyingkap kelemahan makhluk. Allah Maha Kuasa mampu mengangkat Covid-19 kapanpun Dia menginginkannya.

"Betapa besarnya Allah SWT. Dunia benar-benar lumpuh sudah satu tahun lebih. Bandara yang dulu ramai kini sepi. Mahluk benar-benar tidak berdaya. Allah Maha Kuasa, mahluk tidak kuasa. Ini adalah hikmah yang paling dahsyat dari Covid-19. Bahwa Allah bisa mengubah semuanya dalam sekejap. Kalua Dia berkehendak," kata Ustadz Abdullah dalam webinar MUIMI bertajuk Wahai Ummat, Jangan Bersedih yang disiarkan akun Youtube AQL Islamic Center.

2. Mengokohkan Tauhid
Jangan Bersedih, Berikut 7 Daftar Hikmah Pandemi Covid-19
Menurut Ustadz Abdullah, salah satu hikmah dari pandemi menjadikan tauhid tidak hanya sebatas teori. Melainkan, kaum muslimin semakin sadar tentang pentingnya mempraktikkan esensi-esensi tauhid dalam kehidupan sehari-hari.

"Ilmu tauhid tidak hanya dibahas di buku-buku saja, tapi kita praktikkan. Sekarang adalah saatnya kita praktikkan ilmu tauhid, tawakkal, bergantung kepada Allah. Kita berusaha dan berupaya tapi tetap hati kita pasrah dan bergantung kepada Allah. Jangan pernah bergantung kepada mahluk," ucapnya.

3. Budaya Hidup Bersih
Jangan Bersedih, Berikut 7 Daftar Hikmah Pandemi Covid-19
Pandemi melatih ummat manusia hidup bersih. Tak hanya itu, kaum muslimin juga dilatih menerapkan pola hidup teratur, seperti makan hingga istirahat. Pandemi membawa berbagai perubahan dalam hidup manusia, baik saat bekerja hingga perubahan gaya hidup lainnya. Dewasa ini, masyarakat sangat memprioritaskan kesehatan dan kebersihan.

Menerapan protokol kesehatan (prokes) seperti yang dianjurkan pemerintah juga sangat dianjurkan, sehingga penularan Covid-19 dapat diminimalisir. Pola hidup bersih dan sehat juga harus dibarengi penerapan protokol kesehatan secara paripurna menjadi kunci utama dalam menghindari infeksi virus.

"Luar biasa, yang sebelum Covid-19 mungkin kita mengabaikan itu semua. Seperti anjuran cuci tangan, makan teratur," ungkapnya.

4. Menjadi Mukmin Sejati
Jangan Bersedih, Berikut 7 Daftar Hikmah Pandemi Covid-19
Pada masa pandemi, ummat Islam benar-benar mempraktikkan karakter sosok mukmin sejati. Salah satu sifat mukmin sejati, yakni memiliki rasa empati dan peduli. Saat ada yang kekurangan, maka langsung memberi pertolongan. Budaya sosial sangat marak di Indonesia. Setiap hari bisa disaksikan banyak lembaga maupun individu membantu masyarakat rentan terkena Covid-19.

"Kita benar-benar mempraktikkan kita menjadi orang mukmin sejati, yaitu ada saudara minta tolong kita bantu. Itulah orang mukmin sejati," ucapnya.

5. Udara Semakin Bersih
Jangan Bersedih, Berikut 7 Daftar Hikmah Pandemi Covid-19

Peneliti Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ajeng Arum Sari mengatakan, di tengah wabah ternyata kondisi nitrogen dioksida atau polutan lingkungan di beberapa negara, termasuk Indonesia, mengalami penurunan. Ini menyebakan kondisi lingkungan menjadi lebih bersih di tengah pandemi.

6. Ummat Islam Makin Melek Teknologi
Jangan Bersedih, Berikut 7 Daftar Hikmah Pandemi Covid-19
Menurut Ustadz Abdullah, salah satu hikmah besar pandemi adalah ummat semakin melek teknologi. Mau tidak mau mereka mempelajari perkembangan teknologi kekinian. Itu karena hampir semua aktivitas masyarakat beralih ke dalam jaringan (daring).

"Hampir semua aktivitas kita sekarang beralih ke virtual. Semua ini sebelumnya tidak terpikirkan dan sekarang semua harus terpaksa belajar teknologi. Pengajian biasa kita keluar rumah, sekarang sudah bisa dari rumah masing-masing," ucap Ustadz Abdullah.

7. Covid-19 Ujian Kesetiaan
Jangan Bersedih, Berikut 7 Daftar Hikmah Pandemi Covid-19
Ustadz Abdullah mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi ujian kesetiaan. Ketika ada corona, semua sisi kehidupan terdampak. Problem ekonomi, kesehatan, hingga rumah tangga muncul. Semua problem kemudian menjadi diuji kesetiaan.

"Orang yang setia itu terus bersama dalam suka dan duka, senang dan susah. Ini ujian kesetiaan," ucap Ustadz Abdullah.

Menjadi Hamba Paling Dicintai Allah

Ustadz Abdullah membacakan sebuah hadist yang diriwayatkan Abdullah bin Umar RA. Suatu ketika, ada seorang lelaki mendatangi Rasulullah dan bertanya:

"Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling dicintai Allah dan amal apakah yang paling dicintai Allah?"

Beliau menjawab: "Orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Adapun amal yang paling dicintai Allah adalah memasukkan rasa bahagia ke dalam hati seorang muslim, atau engkau menghilangkan suatu kesulitan (darinya), atau engkau melunasi utangnya, atau menghilangkan kelaparan."

"Sesungguhnya, aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menunaikan) kebutuhannya lebih aku sukai dari pada beri'tikaf di masjidku ini (Masjid Nabawi) selama satu bulan. Dan, siapa yang menghentikan amarahnya, niscaya Allah akan menutupi kekurangannya."

"Dan, siapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya, niscaya Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada Hari Kiamat. Dan, siapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu, niscaya Allah akan meneguhkan kakinya pada hari ketika tidak bergemingnya kaki-kaki (Hari Perhitungan)." (HR Ath-Thabrani).

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)