LANGIT7, Jakarta - Nabi Muhammad SAW mengizinkan umatnya untuk ziarah kubur. Beliau juga mengajarkan adab, termasuk hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berziarah.
Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan mengatakan, ziarah syar'i diatur dalam Al-Quran dan sunnah. Di antaranya mengucap salam kepada mayit, dan mendoakannya.
"Saat berziarah tidak boleh duduk di sisi kubur, melainkan menghadapnya wajah dengan wajah," jelas dia dikanal YouTube PAMTV, dikutip Sabtu (30/4/2022).
Baca juga: Sejarah Tradisi Lebaran di Indonesia, Sudah Ada Sejak Abad ke-7 MasehiSaat ke kuburan, lanjut dia, peziarah mengawalinya dengan memberikan salam, layaknya memberi salam kepada orang yang masih hidup. Kemudian mendoakannya, lantas beranjak pergi.
"Inilah ziarah syar'i," tegasnya.
Baca juga: MUI: Jadikan Idul Fitri 2022 sebagai Perayaan Silaturahmi AkbarDia juga mengungkapkan apa saja yang dilarang ketika melakukan ziarah kubur. Di antaranya seperti tidak duduk di sisi kubur.
Selanjutnya, tidak meminta apa pun dari orang mati. Sebab, hal ini dekat dengan perbuatan syirik.
"Tidak boleh meminta agar dipenuhi hajatnya, agar dihilangkan kesedihannya, atau pun mengeluhkan masalah kepada orang mati," ungkapnya.
Baca juga: Tinjau Gunung Anak Krakatau, BNPB Imbau Warga Tingkatkan KesiapsiagaanDijelaskannya, orang yang sudah meninggal tidak pantas menjadi tempat pelarian. Apalagi, mereka sudah tidak memiliki daya dan upaya.
"Merekalah yang butuh didoakan, sedekah, dan amal salih dari orang yang masih hidup, baik kerabatnya atau bukan," ujarnya.
(sof)