Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home global news detail berita

Mudik ke Ponorogo

redaksi Sabtu, 30 April 2022 - 17:30 WIB
Mudik ke Ponorogo
Ilustrasi mudik lebaran 2022. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Ada satu warisan bapak saya yaitu sebuah petuah. Yaitu kalimat "belajarlah ke Ponorogo". Bagi saya petuah-petuah bapak semasa beliau hidup adalah warisan. Bekal hidup saya. Dan yang paling saya ingat dan coba lakukan adalah "belajarlah ke Ponorogo".

Oleh: Djaka Susila

Butuh beberapa hari untuk memahami petuah itu. Bagi saya remaja, saat petuah itu diberikan, akan berpikir untuk mencari ilmu atau guru ke Kabupaten Ponorogo. Satu daerah di Provinsi Jawa Timur. Bapak saya hanya tersenyum ketika saya jawab seperti di atas. Karena maknanya bukan seperti itu.

Belajarlah ke Ponorogo diartikan belajarlah pada diri saya. Pono artinya berada dan Rogo artinya raga atau badan atau diri saya. Jadi maksud bapak adalah belajar lah pada diri kamu sendiri. Selalu introspeksi diri, jangan selalu menyalahkan orang lain, ingat kenapa kita hidup di dunia, dari mana asal kita.

Makna lain dari petuah itu adalah ketahuilah jati diri saya. Jati diri manusia. Agar, saya asal usul saya. Siapa yang melahirkan, termasuk silsilah keluarga, hingga siapa yang menghadirkan saya di dunia. Tak lain adalah Allah SWT. Dalam Jawa Sangkan paraning dumadi yang artinya dari mana kamu berasal. Ternyata cukup dalam ketika mengetahui makna petuah itu. Ternyata untuk semakin mengenal kepada Allah SWT.

Baca Juga: Nilai Spiritual dari Kisah Mudik Rasulullah ke Mekkah

Di musim mudik atau pulang kampung yang lagi marak setelah dua tahun tersimpan karena pandemi Covid-19, saya jadi teringat petuah bapak saya. Mudik yang saya pahami bukan sekadar pulang kampung. Bukan sekadar merayakan lebaran. Namun ada makna yang lebih dari itu. Setidaknya menurut saya dan keluarga saya.

Saat mudik, hal yang pasti adalah nyekar atau ziarah kubur. Di saat ziarah kubur, saya selalu diingatkan akan ujung dari pejalanan di dunia, yaitu mati. Juga dikenalkan siapa saja kakek buyut saya serta asalnya. Meski saya tidak bisa ingat sepenuhnya. Tapi, di saat itu setidaknya saya dikenalkan darah siapa yang mengalir pada diri saya dan ujung kehidupan akan ke mana.

Bagi saya mudik adalah perjalanan spiritual. Perjalanan setiap tahun untuk mengenalkan siapa diri saya. Untuk belajar ke Ponorogo. Dari mudik itu, saya diingatkan jati diri saya. Dalam Islam kita dianjurkan untuk muhasabah atau instropeksi diri. Banyak surat di Alquran serta hadits yang meminta kepada seorang muslim untuk muhasabah. Dalam muhasabah kita diingatkan bahwa kita adalah hamba Allah SWT.

Umar bin Khattab pernah menjelaslan: hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, itu akan memudahkan hisab kalian kelak. Timbanglah amal kalian sebelum ditimbang kelak. Ingatlah keadaan yang genting pada hari kiamat.

Baca Juga: Makna di Balik 7 Tradisi Lebaran di Hari Kemenangan

Anjuran bermuhasabah atau introspeksi diri juga terdapat dalam Alquran surat Al Hasyr ayat 18.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha waltanẓur nafsum mā qaddamat ligad, wattaqullāh, innallāha khabīrum bimā ta'malụn.

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Ada juga ungkapan yang mungkin sering kita dengar, yaitu

Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad Arafa Rabbahu.

ُمَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّه

“Siapa yang mengenal dirinya, akan mengenal Rabb-nya”.

Baca Juga: 5 Tausiah MUI Sambut Idul Fitri 1443 Hijriah

Pernyataan di atas konon sering disampaikan oleh Imam Al Ghazali dan tokoh sufi Jalaludin Rumi. Dan saya selalu mengaitkan belajar ke Ponorogo, mudik dan ungkapan tersebut.

Bagi saya adalah baik jika kita mengenal diri kita. Mengenal jati diri. Sederhananya, agar kita tidak egois atau tidak ingin menang sendiri. Dengan hal di atas akan tahu asal usul kita agar kita mawas diri dalam berhidupan sosial yang tentu sangat dianjurkan dalam Islam. Dengan mengenal diri, menyadari saya adalah hamba yang berkewajiban selalu sujud kepada pencipta saya, Allah SWT.

Selamat mudik lebaran 2022. Semoga mudik ini tidak sekadar dilalui dengan perayaan melepas nafsu yang sudah kita kontrol selama 30 hari dan bertahun-tahun. Luangkan waktu pada mudik ini untuk merenung tentang siapa diri kita. Yuukk.. Mudik ke Ponorogo.

Pemimpin Redaksi Langit7.id


(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)