Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 24 April 2026
home global news detail berita

Idul Fitri 1443 H Berpotensi Serempak, Begini Penjelasan BRIN

Muhajirin Ahad, 01 Mei 2022 - 15:23 WIB
Idul Fitri 1443 H Berpotensi Serempak, Begini Penjelasan BRIN
Peneliti Astronomi-Astrofisika di Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin (Dok Pribadi)
LANGIT7.ID, Jakarta - Peneliti Astronomi-Astrofisika di Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menyebut Idul Fitri kemungkinan besar jatuh pada 2 Mei 2022. Namun begitu, masih ada potensi perbedaan yakni pada 3 Mei.

Posisi bulan pada 29 Ramadhan atau 1 mei 2022 di wilayah Indonesia berada pada batas kriteria baru dari para Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Tinggi bulan sudah di atas 3 derajat, tetapi elongasinya sekitar 6,4 derajat.

Dari berbagai pendapat pakar hisab rukyat, kemungkinan besar Idul Fitri akan seragam pada 2 Mei 2022. Ada beberapa alasan, seperti hisab atau perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan, pada saat Maghrib 1 Mei di wilayah Sumatera bagian utara sudah dekat dengan batas kriteria elongasi 6,4 derajat. Perhitungan lain sudah memenuhi kriteria.

Jika hisab itu ditunjang oleh laporan rukyat terlihat, kemungkinan laporan tersebut akan diterima karena dianggap telah memenuhi kriteria baru MABIMS. "Kalau kesaksian rukyat itu diterima pada sidang itsbat, secara syar'i itu sah," kata Thomas dalam keterangan tertulis, Ahad (1/5/2022).

Baca Juga: Baiknya Shalat Id di Masjid atau Lapangan? Ini Kata Ustadz Adi Hidayat

Jika tidak ada laporan rukyatul hilal atau hilal tidak terlihat, ada kemungkinan sidang itsbat menggunakan yurisprudensi keputusan sidang isbat penetapan awal Ramadhan 1407 H pada 1987 M. Keputusan itu merujuk fatwa Majelis Ulama Indonesia pada 1981.

Hal itu karena Indonesia berada pada batas kriteria imkan rukyat, secara astronomi diperkirakan hilal sangat sulit diru'yat atau diamati. Apalagi terkait faktor cuaca seperti mendung atau hujan yang mungkin terjadi di lokasi pengamatan.

"Jadi ada potensi laporan rukyat menyatakan hilal tidak terlihat," ucap Thomas. Jika situasi itu terjadi, pengamal rukat mungkin akan mengusulkan di sidang itsbat untuk melakukan istikmal, yakni menggenapkan Ramadhan menjadi 30 hari.

"Bila sidang itsbat menerimanya, maka Idul Fitri mungkin juga 3 Mei 2022," ujar Thomas. Ada juga kemungkinan organisasi tertentu menetapkan Idul Fitri pada 3 Mei.

Sementara, Muhammadiyah dan Persatuan Islam (Persis) berdasarkan hisab dengan kriteria wujudul hilal telah mengeluarkan surat edaran soal pengumuman Idul Fitri pada 2 Mei 2022. Thomas berharap sidang isbat menetapkan tanggal yang sama.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 24 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)