LANGIT7.ID, Jakarta - Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan oleh pelaku usaha untuk bisa tetap bertahan di situasi pandemi Covid-19. Saat ini banyak usaha yang bangkrut karena tidak bisa beradaptasi pada situasi pandemi, tapi tidak sedikit juga usaha yang bahkan bisa berkembang pesat.
Mereka yang berhasil bertahan adalah pelaku usaha yang telah berhasil menguasai penjualan melalui platform digital. Namun, akibat tertinggal dan kurangnya ilmu pengetahuan dalam menggunakan platform digital, menjadikan tidak sedikit pelaku usaha yang sudah beralih ke pasar online tapi tetap mengalami kegagalan.
Pemilik Omah Lekker, Vania Emmanuela mengatakan, untuk bisa bertahan dalam situasi pandemi setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satu yang terpenting adalah beralih dari toko fisik ke arah platform digital.
Melalui pemasaran online, pelaku usaha bisa tetap beradaptasi sekaligus menjawab kebutuhan konsumen. Tidak hanya itu, untuk bisa bersaing di platform digital pelaku usaha perlu memiliki penguasaan terhadap platform digital yang digunakan, termasuk media sosial dan marketplace yang digunakan.
Bundel (Bundling)Selain memanfaatkan fitur yang ada pada ada marketplace dan media sosial untuk meningkatkan penjualan, pelaku usaha juga bisa memanfaatkan situasi yang ada saat ini. Salah satunya dengan menyertakan bundel dalam sebuah produk yang dijual
“PPKM ini mungkin menyebabkan bisnis mengalami penurunan penjualan produk. Hal ini bisa disiasati dengan memanfaatkan bundel seperti ucapan penyemangat kepada pasien isoman dan sejenisnya. Ini menjadi salah satu hal yang bisa meningkatkan efektivitas produk dagang,” katanya dalam Webinar Saatnya Alihkan Toko Fisik ke Online Agar Bisnis Tetap Profit, Jumat (30/7).
PollingSelain bundle, pelaku usaha juga bisa memanfaatkan apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan konsumen saat ini. Salah satunya dengan memanfaatkan kolom chat dan komunikasi di media sosial. Melalui polling ini akan memudahkan kita menentukan produk dan strategi untuk menjawab kebutuhan konsumen.
“Jadi kita bisa menyesuaikan strategi, seperti misalnya cashback atau gratis ongkir, dan yang lainnya. Ketika kita mengetahui permintaan dan berusaha memenuhi itu semua, maka akan mengangkat nilai jual dari produk yang ditawarkan,” jelasnya.
KomunikatifRepson cepat dan positif akan mempengaruhi persepsi konsumen terhadap profesionalitas pengusaha dalam menjalankan sebuah bisnis. Dengan memberikan respon yang cepat dan menggunakan bahasa ramah, akan mengikat konsumen untuk menambah kepercayaan mereka.
“Seribet apa pun konsumennya, usahakan untuk tetap memberikan pelayanan yang ramah. Selain itu, dengan feedback yang positif dari konsumen bisa juga dimanfaatkan untuk highlight agar menunjukkan profesionlitas kita,” ujarnya.
Dalam hal ini, kepuasaan pelanggan akan menjadikan mereka sebagai loyal konsumen. Bahkan, diyakini mereka akan mempromosikan toko dan produk kepada orang di sekelilingnya, sehingga menjadi hal yang menguntungkan bagi penjual.
Branding Toko Lebih MenarikMenurut Vania, saat ini orang lebih menyukai sesuatu dengan sebuah cerita. Artinya dalam setiap logo dan produk perlu menyematkan penggalan cerita atau pun filosofi terkait.
“Jadi dari cerita itu yang menjadi pembeda. Walaupun barang yang dijual sama dengan kompetitor tapi kita ada cerita unik, itu yang jadi pembeda dan diharapkan mampun menarik minat konsumen,” ujarnya.
(zul)