LANGIT7.ID - Bulan Syawal merupakan momentum tepat untuk meningkatkan kualitas diri. Terlebih, Syawal terletak setelah Ramadhan. Artinya, umat Islam masih terbiasa dengan intensitas ibadah yang tinggi pada bulan Ramadhan.
Berpuasa pada bulan Syawal merupakan ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah. Beliau juga melakukan itu. Ganjaran pahala berpuasa pada bulan ini sangat besar, karena memang ujiannya juga sangat besar. Misal, orang-orang masih merayakan euforia kemenangan Hari Raya Idul Fitri dan bersilaturahmi.
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR Muslim).
Tata Cara Berpuasa SyawalSebelum melakukan puasa Syawal, maka pastikan niat ikhlas dan lurus hanya karena Allah Ta’ala. Niat itu penting, karena akan mempengaruhi kualitas ibadah seorang hamba. Di sisi lain, niat penentu ibadah seseorang diterima di sisi-Nya.
Baca Juga: 5 Keutamaan Puasa Syawal, Tanda Ibadah Ramadhan Diterima hingga Sehatkan Pencernaan
Ada dua hal yang perlu diperhatikan terkait puasa Syawal. Pertama, mulai dilakukan setelah tanggal 2 Syawal. Itu karena pada 1 Syawal umat Islam sedang merayakan Idul Fitri.
Hukum melakukan puasa Syawal pada 1 Syawal adalah haram, karena pada hari itu umat muslim diperintahkan untuk berbahagian dengan merayakan hari raya. Selain 1 Syawal, diperbolehkan untuk berpuasa di tanggal manapun di bulan Syawal. Boleh dilakukan pada awal bulan, pertengahan bulan, ataupun akhir bulan.
Kedua, jumlah puasa Syawal. Berpuasa pada bulan Syawal berjumlah 6 hari. Boleh dilakukan berurutan selama 6 hari sekaligus, boleh juga dilakukan terpisah-pisah. Tidak ada perbedaan keutamaan puasa berurutan atau pun terpisah-pisah, asal dilakukan pada bulan Syawal.
(jqf)