LANGIT7.ID, Jakarta - Bulan Syawal meski identik dengan silaturahmi usai Idul Fitri, tapi ada beberapa hal yang bisa menyebabkan dosa dan termasuk ke dalam maksiat. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya, menjelaskan pantangan bagi seorang muslim saat bersilaturahmi di bulan Syawal.
Syawal, kata Buya Yahya, adalah bulan untuk menjalin hubungan baik dengan manusia. Setelah satu bulan penuh pada Ramadhan melaksanakan kewajiban puasa, tiba Syawal untuk mempererat persaudaraan dalam bentuk silaturahmi.
"Syawal ini adalah benar-benar untuk bersilaturahmi, saling memaafkan untuk menyempurnakan," ucap Buya Yahya dalam tausiahnya yang diunggah di Al-Bahjah TV, dikutip Jumat (6/5/2022).
Baca Juga: Kapan Waktu Tepat Puasa Syawal? Ini Penjelasan Buya YahyaBuya Yahya menjelaskan, bila Ramadhan merupakan momen memperbaiki hubungan dengan Allah, maka Syawal menjadi momentum tepat memperbaiki hubungan antar manusia. Itu yang menjadi salah satu alasan banyak orang bersilaturahmi pada bulan Syawal.
Akan tetapi, Buya Yahya mengingatkan, saat membangun hubungan baik dengan manusia tidak boleh merusak hubungan dengan Allah Ta'ala. Dia memberikan contoh, saat bersilaturahmi atau berziarah, banyak orang pergi dengan bukan mahram.
Baca Juga: Makna Idul Fitri: Kembali Menata Hati dan Berbagi Kebahagiaan"Alangkah banyaknya orang, mungkin kunjung, ziarah, silaturahmi, akan tetapi mungkin dia pergi bukan dengan orang yang mahram dengannya, sehingga masuk ke wilayah kemaksiatan," ucapnya.
Selain itu, tidak boleh pula meninggakan shalat dengan alasan silaturahmi atau berziarah. "Intinya, mari kita waspada jangan sampai seolah-olah kita beribadah, akan tetapi ternyata di dalam ibadah tersebut ada dosa yang tersembunyi yang mungkin tidak kita sadari," tuturnya.
Baca Juga: Tips Ajari Anak Kelola Uang THR agar Tidak Konsumtif(zhd)