LANGIT7.ID, Jakarta -
Chelsea sudah mendapatkan pemilik baru, yakni Todd Boehly seorang Taipan asal Amerika Serikat. Boehly dikabarkan mengakuisisi The Blues dari tangan Roman Abramovich senilai 3 miliar poundsterling atau setara Rp57,6 triliun.
Pemilik baru ini diusulkan akan memberikan 1,75 miliar pounds dalam investasi lebih lanjut untuk kepentingan Klub. Ini termasuk investasi di Stamford Bridge, Akademi, Tim Wanita dan Kingsmeadow dan melanjutkan pendanaan untuk Chelsea Foundation.
Setelah proses akuisisi Chelsea selesai, salah satu sosok yang kemudian disorot ialah Marina Granovskaia. Perempuan berusia 47 tahun itu merupakan salah satu orang kepercayaan Roman Abramovich di Chelsea.
Dia sudah dipekerjakan Abramovich selama lebih dari dua dekade. Abramovich bertemu dengan Granovskaia pada 1997 silam, di mana saat itu dia menjadi asisten pribadi taipan Rusia itu di Sibneft, yang saat ini bernama Gazprom.
Baca Juga: Todd Boehly, Pemilik LA Lakers Akuisisi ChelseaSaat Abramovich mengakuisisi Chelsea pada tahun 2003, Granovskaia turut diboyong ke London sebelum ia tunjuk menjadi perwakilan pemilik klub pada tahun 2010.
Lalu, bagaimana nasib Granovskaia pasca peninggalan Abramovich? Granovskaia memegang peran krusial sebagai Direktur Chelsea di rezim Abramovich. Selain menduduki posisi penting di Chelsea, Granovskaia juga piawai dalam bernegosiasi.
Hal tersebut diyakini membuat Boehly ingin mempertahankan sosok Granovskaia guna kepentingan klub dalam hal negosiasi pemain. Namun, kabar berhembus jika orang-orang yang terkait dengan Abramovich tidak akan lagi menjadi bagian dari klub London Barat tersebut.
"Segala hubungan yang berlanjut terkait rezim Abramovich di Chelsea tentu saja merupakan perkembangan yang meresahkan," kata Ketua Komite Digital, Budaya, Media dan Olahraga, Julian Knight kepada Finansial Times.
Peran penting Granovskaia sejak menduduki jabatan sebagai Direktur sudah terbukti saat dirinya berhasil mendatangkan pemain-pemain incaran The Blues. Sebut saja N'Golo Kante, Cesc Fabregas, Kai Havertz hingga Romelu Lukaku ke Stamford Bridge.
Granovskaia kerap menggunakan aplikasi pesan WhatsApp untuk bernegosiasi dengan pemain yang diincar klub. Dia bekerja di jam-jam larut malam demi mendapatkan kesepakatan negosiasi.
(bal)