LANGIT7.ID - , Jakarta - Bagi masyarakat Indonesia, minyak goreng menjadi salah satu kebutuhan pokok. Sebab, bahan ini dikonsumsi hampir sebagian masyarakat Tanah Air.
Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta, Prof Dr Marwanti mengatakan minyak goreng di Indonesia sudah digunakan sejak nenek moyang menggunakan minyak kelapa. Karena hal itulah, kemungkinan penggunaan minyak goreng tak bisa lepas dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Baca juga: Larang Ekspor Minyak Goreng, Mendag Terbitkan Permendag 22 tahun 2022“Bahkan dalam kondisi minimal, ketika bahan-bahan mentah untuk sambal saja sebagian digoreng dulu sebelum diulek” kata Marwanti seperti dikutip dari laman resmi UNY, Senin (9/5/2022).
Namun, di sisi lain penggunaan minyak goreng yang berlebih bisa memunculkan sejumlah permasalahan kesehatan. Sebut saja obesitas, kolesterol berlebih, asam urat, gangguan jantung, diabetes, terganggunya fungsi otak, kanker dan sebagainya.
Menariknya, aksesibilitas minyak goreng pada akhirnya menghasilkan realitas struktur sosial masyarakatnya. Seperti minyak goreng murah yang mudah diakses masyarakat kelas bawah dengan harga dinamis. Tapi hal tersebut membawa efek buruk dari sisi kesehatan.
Sedangkan kelompok masyarakat kelas menengah mengakses pada minyak goreng kelas menengah juga. Dengan gaya akses pada minyak goreng jauh lebih sehat daripada kelas bawah yang umumnya mengakses minyak goreng curah, mereka justru mengelola konsumsinya atas minyak goreng ini secara terkendali.
Mereka juga sangat memperhatikan setiap asupan berbasis minyak. Pada kelompok masyarakat kelas atas, dengan kemampuan mengakses justru hanya pada minyak yang langka, sehat dan terbatas sehingga mereka ini hidup lebih sehat karena tidak mengakses minyak goreng berlebih, bahkan cenderung sangat kurang.
“Kelompok menengah dan atas ini sebenarnya tidak cukup terganggu oleh dinamika harga minyak goreng. Bukan karena kemampuan finansialnya tetapi karena gaya hidup mereka pun jauh lebih membatasi pada akses atas minyak goreng” paparnya.
Doktor Pendidikan Teknologi Kejuruan Pascasarjana UNY itu mengajak untuk melakukan diet bagi yang ingin mengubah gaya hidup jadi lebih sehat.
“Cara yang paling aman untuk tubuh adalah diet rendah lemak. Potonglah jumlah asupan lemak namun bukan berarti tidak mengonsumsinya sama sekali. Karena bagaimana pun juga tubuh kita membutuhkan lemak untuk fungsi fisiologis tubuh yang lainnya” kata Marwanti.
Diet rendah lemak membutuhkan makanan yang tepat. Marwanti menyarankan untuk memilih bahan makanan yang rendah kalori. Kandungan vitamin dan mineral makanan rendah kalori bisa meningkatkan metabolisme dalam tubuh.
Baca juga: Minyak Goreng Mahal, Kukusan Banana Green Tea Cake Jadi PilihanMakanan ini juga mengandung banyak air sehingga bisa dikonsumsi dalam jumlah yang cukup banyak. Makanan berbagai jenis sayur bagus untuk dikonsumsi, termasuk kentang yang memiliki jumlah kalori sedikit namun nutrisinya bisa mengenyangkan.
Sayuran dan buah memang merupakan sumber mineral dan juga vitamin serta serat pangan. Kandungan yang bermanfaat dalam sayur dan buah akan membantu proses metabolisme tubuh lebih baik lagi.
Antioksidan dalam buah dan sayur bisa menangkal senyawa hasil oksidasi serta radikal bebas. Bisa juga konsumsi yoghurt dan oatmeal sebagai pilihan makanan rendah lemak.
(est)