LANGIT7.ID, Sleman - Kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di DIY saat Operasi Ketupat Progo 28 April-9 Mei 2022 mengalami penurunan dibandingkan praoperasi 16 April-27 April 2022 lalu.
Data Polda DIY, laka lantas saat Operasi Ketupat Progo 2022 tercatat ada 104 kejadian, angka ini turun 89 kasus, sebab pada praoperasi laka lantas mencapai 193 kejadian atau turun 46 %.
Dari jumlah tersebut 7 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat dan 142 orang luka ringan dengan kerugian materiil Rp37 juta.
Baca juga: Komunitas Keselamatan Jalan Gelar Doa untuk Korban Tugu TaniDirektur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY, Kombes Pol Iwan Saktiadi mengatakan dibandingkan dengan pelaksnaan pra operasi secara kuantitatif dan kuantitas ada penurunan laka lantas.
Baik fatalitas, luka dan materi. Terbukti untuk korban laka lantas yang meninggal jumlahnya sama, yakni 7 orang, luka ringan turun 107 orang, yakni dari 249 ketika pra operasi menjadi 142 kasus saat operasi. Begitu juga kerugian materi turun dari Rp110 juta menjadi Rp37%.
“Yang naik luka berat. Sebab saat pra operasi tidak ada yang luka berat, ketika operasi ada 1 kasus luka berat,” kata Iwan Saktiadi soal evaluasi Operasi Ketupat Progo 2022 di kantor Ditlantas Polda DIY, Rabu (11/5/2022).
Baca juga: Kakorlantas: Angka Kecelakaan pada Operasi Ketupat 2022 MenurunIwan menjelaskan untuk penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas juga ada penurunan khususnya penilangan. Dimana kegiatan praoperasi terjadi 1384 penilangan sedangkan pada saat operasi menjadi 632 penilangan.
Namun untuk teguran ada peningkatkan. Sebab saat praoperasi tercatat 2146 teguran sedangkan saat operasi tercatat 3714 teguran.
“Ini lantaran fokus operasi pada jenis pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan maupun kemaceran, di luar itu sifatnya persuasif,” papar Alumni Akpol 1998 itu.
(sof)