LANGIT7.ID, Yogyakarta - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Prof. Al Makin mengatakan era globalisasi memungkinkan untuk saling memberi teladan dan mengambil pelajaran dari satu agama ke agama lain.
Apalagi jika mengamati sejarah manusia, sesungguhnya masyarakat Indonesia terhubung dan tidak bisa menghindari dari bertemunya agama-agama.
Baca juga: 11 Dosen UIN Terima Penghargaan Satyalencana Karya Satya dari Kemenag“Untuk itu UIN Sunan Kalijaga akan dijadikan sebagai rumah dan tempat yang nyaman bagi semua agama, tradisi, dan mazhab,” kata Prof. Al Makin saat pembinaan pegawai dan syawalan di kampus UIN Suka Yogyakarta, Rabu (11/5/2022).
Al Makin mengajak semuanya ikut berkontribusi dalam moderasi beragama. Yakni dengan cara mendengarkan dan memperhatikan versi kekhusyukan dan tradisi agama lain dijalankan.
Sebab moderasi dan toleransi tidak bisa dilaksanakan sendirian hanya dengan modal berbicara dan berkhotbah.
“Mulailah dengan modal mendengar, mengenali perbedaan sekaligus persamaan tujuan hidup, doa, makna, dan kehidupan menurut masing-masing keyakinan dengan sepenuh pengertian, toleransi yang sesungguhnya,” paparnya.
Menurutnya karena ajaran dan tradisi agama menjadi universal. Maka berharap Indonesia sebagai tempat bertemunya banyak tradisi agama dunia dan juga kepercayaan khas Nusantara memperkaya dan memberi arti baru tentang keragaman, kebhinekaan, dan perbedaan.
Baca juga:
HAB ke-76, Yaqut: Kementerian Agama Harus Terus Berbenah Dalam kesempatan itu enam pemuka agama, yakni agama Buddha, Hindu, Islam, Katolik, Protestan dan Penghayat kepercayaan menyampaikan ungkapan Selamat Merayakan Idulfitri untuk Umat Muslim dan Refleksi Syawalan.
(sof)