Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Saat Ada Kawan Berbahagia, Ini Doa yang Disunnahkan

Muhajirin Kamis, 12 Mei 2022 - 16:31 WIB
Saat Ada Kawan Berbahagia, Ini Doa yang Disunnahkan
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Dalam Islam, salah satu cara meningkatkan iman dan takwa adalah senantiasa berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Berbahagia atas kebahagiaan orang lain pun menjadi poin penting yang ditekankan dalam syariat Islam.

Berbahagia melihat orang lain bahagia merupakan salah satu cara menghilangkan penyakit hati seperti iri hati dan dengki. Dua penyakit itu kerap tumbuh ketika melihat teman, saudara atau tetangga mendapat kebahagiaan.

Nah, Islam telah mengajarkan beberapa doa ketika melihat teman kita berbahagia. Berikut di antaranya:

1. Doa Saat Melihat Teman Menikah

Pernikahan menjadi simbol kebahagian sepasang kekasih yang menghalalkan hubungan di bawah tuntunan syariah. Maka itu, mendoakan kebaikan untuk pasangan berbahagia tersebut sangat mulia dan dianjurkan.

Ada beberapa doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika melihat teman menikah, di antaranya:

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ

"Semoga Allah memberikan keberkahan untukmu dan atasmu, serta semoga Dia mengumpulkan di antara kalian berdua dalam kebaikan."

Doa tersebut berdasarkan hadits riwayat Abu Hurairah, "Bahwasanya Nabi SAW jika mendoakan kepada seseorang ketika ia menikah, maka beliau bersabda, 'Barakallahu laka wa baaraka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khair." (HR At-Tirmidzi)

Baca Juga: Buya Yahya: Bulan Syawal Momentum Tepat Perbaiki Hubungan Antar Manusia

2. Doa Ketika Teman Dikaruniai Anak


Ada sebuah hadits yang menceritakan pernikahan Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah. Kisah itu berdasarkan riwayat Anas bin Malik. Hingga pasangan tersebut dikaruniai anak yang lincah dan sehat. Itu membuat Abu Thalhah sangat mencintai anak itu.

Namun, anak itu meninggal ketika Abu Thalhah sedang safar. saat pulang, Abu Thalhah langsung menanyakan anaknya. Setelah ditenangkan sang istri, dihidangkan makanan, dan dilayani dengan baik, baru Ummu Sulaim menyampaikan kabar duka tersebut.

Lantaran merasa resah, Abu Thalhah langsung mendatangi Rasulullah SAW dan menceritakan kejadian itu. Rasulullah pun mendoakan keberkahan untuk hubungan mereka. Hingga Ummu Sulaim melahirkan anak laki-laki.

Rasulullah berpesan, jika tali pusarnya telah putus, jangan diberi makan apapun sampai dia diantarkan kepada Nabi SAW. Di situlah Nabi SAW melakukan teknik dan mendoakan:

بَارَكَ اللَّهُ لَكِ فِيهِ، وَجَعَلَهُ بَرًّا تَقِيًّا

Barakallahu laka fiihi waja'alahu barron taqiyyan

"Semoga Allah memberkahi anak ini untukmu dan menjadikannya orang baik yang bertakwa."

3. Doa Ketika Teman Tertawa Bahagia

Seorang muslim dianjurkan mendoakan orang yang tertawa karena bahagia. Salah satu doa yang dibaca para sahabat ketika melihat Rasulullah tersenyum dan tertawa karena bahagia adalah:

أَضْحَكَ اللَّهُ سِنَّكَ

Adh-hakallahu sinnak

"Semoga Allah senantiasa membuat gigi anda tertawa."

Doa tersebut berdasarkan hadits riwayat Imam Ahmad bin Hanbal dari Abbas bin Mirdas, dia berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَا عَشِيَّةَ عَرَفَةَ لِأُمَّتِهِ بِالْمَغْفِرَةِ وَالرَّحْمَةِ فَأَكْثَرَ الدُّعَاءَ فَأَجَابَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ قَدْ فَعَلْتُ وَغَفَرْتُ لِأُمَّتِكَ إِلَّا مَنْ ظَلَمَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا فَقَالَ يَا رَبِّ إِنَّكَ قَادِرٌ أَنْ تَغْفِرَ لِلظَّالِمِ وَتُثِيبَ الْمَظْلُومَ خَيْرًا مِنْ مَظْلَمَتِهِ فَلَمْ يَكُنْ فِي تِلْكَ الْعَشِيَّةِ إِلَّا ذَا فَلَمَّا كَانَ مِنْ الْغَدِ دَعَا غَدَاةَ الْمُزْدَلِفَةِ فَعَادَ يَدْعُو لِأُمَّتِهِ فَلَمْ يَلْبَثْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَبَسَّمَ فَقَالَ بَعْضُ أَصْحَابِهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي ضَحِكْتَ فِي سَاعَةٍ لَمْ تَكُنْ تَضْحَكُ فِيهَا فَمَا أَضْحَكَكَ أَضْحَكَ اللَّهُ سِنَّكَ قَالَ تَبَسَّمْتُ مِنْ عَدُوِّ اللَّهِ إِبْلِيسَ حِينَ عَلِمَ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ اسْتَجَابَ لِي فِي أُمَّتِي وَغَفَرَ لِلظَّالِمِ أَهْوَى يَدْعُو بِالثُّبُورِ وَالْوَيْلِ وَيَحْثُو التُّرَابَ عَلَى رَأْسِهِ فَتَبَسَّمْتُ مِمَّا يَصْنَعُ جَزَعُهُ

Rasulullah SAW berdoa untuk umatnya di Arafah pada waktu sore dengan pengampunan dan rahmat. Beliau memperbanyak doa, lalu Allah menjawabnya dengan kalimat; Aku telah kerjaan dan Aku telah ampuni dosa umatmu kecuali yang berlaku zalim di antara kalian.

Rasulullah kemudian berkata; Wahai Tuhanku, Engkau mampu untuk mengampuni yang berbuat zalim dan memberikan pahala bagi yang teraniaya atas kezalimannya.

Tidaklah beliau berdoa sore itu kecuali seperti itu, sampai kemudian pada esok harinya di Muzdalifah berdoa seperti sebelumnya, sampai kemudian terlihat senyum beliau. Sebagian sahabat berkata:

"Wahai Rasulullah, demi bapak dan ibumu, sungguh engkau tertawa pada waktu yang engkau tidak pernah tertawa seperti itu, apakah gerangan yang membuatmu tertawa, semoga Allah selalu membuat gigimu tertawa."

Rasulullah menjawab: "Aku tertawa dari musuh Allah, Iblis. Ketika dia (Iblis) mengetahui bahwa Allah mengabulkan permintaan doaku dengan mengampuni umatku dan yang berbuat zalim, kemudian mengampuni orang yang berbuat aniaya, Iblis mengambil pasir lalu menaburkannya di atas kepalanya, maka aku tersenyum karenanya."

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)