LANGIT7.ID - , Jakarta - Banyak perempuan yang telah melahirkan caesar menginginkan lahir secara normal untuk kehamilan selanjutnya. Biasanya hal ini semata-mata karena ingin merasakan bagaimana melahirkan normal.
Dalam dunia medis, prosedur melahirkan normal setelah caesar disebut VBAC (
vaginal birth after caesarean). Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr Darrel Fernando mengatakan VBAC dapat dilakukan namun tidak bisa berhasil 100 persen.
Baca juga: Nathalie Holscher Ungkap Alasan Melahirkan dengan Metode ERACS"Setelah operasi caesar sebelumnya apakah memungkinkan melakukan kelahiran melalui vagina? Jawabannya bisa. Tapi biasanya dibatasi pada satu kali operasi caesar saja," ujar dr Darrel dalam acara bertajuk "Sehat dan Nyaman Selama Kehamilan dan Persalinan," Kamis (12/5/2022).
"Untuk VBAC Anda harus paham, kemungkinan keberhasilan setelah 1 kali caesar adalah rata-rata 75 persen," lanjut dia.
Menurut dia, dari empat ibu yang mencobanya, hanya tiga yang memungkinkan berhasil.
"Jadi dari 4 ibu yang tadinya melahirkan caesar, hanya 3 yang berhasil VBAC. Yang 1 nya akan caesar lagi. Jadi memang tidak 100 persen kemungkinan keberhasilannya," ucap dr Darrel.
Sebab, ada risiko yang namanya robek rahim, jika sudah dua kali caesar maka risiko tersebut meningkatkan sampai 5 persen.
"Artinya hal tersebut sangat mengancam nyawa ibu dan janinnya," katanya.
Maka itu, kata dr Darrel jika sudah dua kali caesar biasanya Dokter akan tetap menganjurkan untuk operasi caesar kembali.
Baca juga: Wanita Afghanistan Melahirkan di Atas Pesawat Evakuasi ASLebih lanjut, dr Darrel mengatakan sebelum memutuskan untuk VBAC, dokter harus tahu apa penyebab sebelumnya ia melakukan caesar. Agar kemungkinan buruk yang berpotensi terjadi bisa teratasi.
"Dan Anda juga perlu ketahui, saat caesar dulu indikasinya apa? Jika karena panggul sempit, itu sudah wajib caesar kembali, tidak bisa VBAC. Sebab, panggul tidak bisa lewat," ungkapnya.
"Maka itu, akan sangat berbahaya jika dipaksa. Perut yang sudah ada bekas sayatan tapi pintu keluarnya sempit malah akan meningkatkan risiko robekan pada rahim," pungkas dr Darrel.
(est)