LANGIT7.ID, Jakarta - Ada sejumlah
tips menjadi cepat kaya. Bahkan mereka yang berpenghasilan kecil tak perlu pesimistis selama memahami tata cara mengelola keuangan yang tepat.
Pebisnis dan konten kreator YouTube, Raymond Chin mengungkapkan, langkah kecil untuk menjadi kaya dimulai dari perilaku seseorang terhadap
keuangannya.
"Bahkan, perilaku keuangan berpengaruh hingga 99 persen untuk membuat orang menjadi dan tetap kaya," kata dia dikanal YouTubenya, dikutip Selasa (17/5/2022).
Baca Juga: Bolehkah Membaca Shalawat Demi Mengharap Kekayaan di Dunia?Berikut ulasan terkait perilaku keuangan seseorang untuk menjadi dan tetap kaya ala Raymond.
1. No one is crazyMenurutnya, seseorang tidak boleh men-judge orang lainnya dalam mengelola keuangan mereka. Terlepas dari bagaimana pun mereka mengelola keuangan.
"Ini karena setiap orang punya pengalaman yang berbeda, baik karena didikan orang tua, cerita, pertemanan dan lainnya," kata dia.
Menurutnya, setiap individu punya pandangan yang berbeda, khususnya dalam memainkan peluang untuk mendapatkan uang. Sehingga berpengaruh terhadap cara mereka mengelola keuangan.
"Ada tipe takut-takutan, ada juga selalu menjaga uang. Jadi harus kenali diri sendiri, dan jangan asal dengarkan kata orang lain ketika menempatkan uang (investasi), karena semuanya belum tentu sama," jelasnya.
2. Hoki Konsultan finansial ini menyebutkan, faktor hoki tidak bisa dipungkiri di dunia ini. Risiko dan hoki selalu ada dan setiap orang yang memilikinya juga berbeda-beda.
"Definisi hoki itu adalah persiapan bertemu dengan kesempatan. Seperti Bill Gates yang punya kesempatan sekolah computer science, dan disaat itu cuma satu dari satu juta siswa yang bisa belajar bidang itu, maka dapatlah kesempatan Bill Gates hingga akhirnya dia bisa ambil momentum," jelasnya.
Setiap orang, kata dia, memiliki timing yang berbeda. Seperti Elon Musk dan Warren Buffett, yang keduanya tidak memiliki kesamaan dalam hoki.
"Jadi kita tidak bisa memaksakan peluang itu muncul disaat yang kita mau, tapi peluang itu kadang muncul di tempat yang kita tak duga. Kita hanya harus siap ketika peluang itu muncul," ujarnya.
3. Compounding Menurutnya, konsistensi sangat penting untuk dilakukan. Sebab butuh waktu dan proses untuk mendapatkan kekayaan.
"Sangat minoritas sekali orang-orang yang miskin tiba-tiba mendadak jadi kaya. Ada yang namanya proses dan waktu untuk akumulasi kekayaan," katanya.
Dijelaskannya, compounding ibarat bola salju, di mana dari kecil memulai semakin lama akan semakin besar. Apalagi, anak muda diuntungkan karena memiliki banyak waktu.
"Semakin banyak waktu yang kita punya dan semakin konsisten kita mulai dari sekarang, kita bakal mendapat kekayaan lebih banyak. Biasanya kekayaan yang didapat secara perlahan itu akan bertahan jauh lebih lama dibanding kekayaan mendadak ," ujarnya.
4. Room for errorBola salju juga sering runtuh di tengah jalan, di sinilah waktu yang tepat untuk room for error. Dia menyayangkan, sebagian besar orang hanya berambisi untuk kaya, tapi tidak menyediakan room for error.
"Itu yang bisa bikin orang jatuh dan rugi miliaran, atau mungkin kehilangan semua kekayaannya," kata dia.
Berbicara kekayaan, kata dia, uang yang didapatkan belum tentu selamanya bisa dipegang. Sebab, skill untuk mendapatkan uang dengan skill mempertahankan uang merupakan dua hal berbeda.
"Ingat, keputusan kita itu kebanyakan adalah peluang untuk mendapatkan uang, bukan kepastian. Kebanyakan orang tidak mengerti konsep ini dan terlalu naif, yang justru menjadikan mereka kehilangan semuanya," ungkapnya
5. When is enough?CEO Startup Ternak Uang ini mengingatkan, ketika seseorang sudah berada di tahap memiliki kekayaan, mereka harus mengetahui kapan harus berhenti mengejarnya.
"Jadi kalau orang sudah ditahap ini biasanya mereka akan mengejar sesuatu dengan uang, padahal itu belum tentu membuat mereka lebih bahagia," ujarnya.
Menurutnya, penting bagi orang yang sudah mendapatkan kekayaan untuk tahu kapan waktunya berhenti mencari kekayaan. Sebab, keserakahan dikhawatirkan hanya akan membuat seseorang terjerumus pada kerugian.
"Percayalah ketika kita ditahap lebih berumur dan berkeluarga, kita akan tahu prioritas dalam hidup. Mungkin bukan tentang mencari kekayaan, tapi kita hidup bahagia," katanya.
(bal)