LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam seringkali dihadirkan dengan pilihan sulit antara
kaya di dunia dan miskin di akhirat, atau sebaliknya, miskin dunia tapi kaya di akhirat.
Menjawab pertanyaan tersebut,
Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengatakan, bahwa akhirat adalah tempat berlabuh yang paling akhir bagi manusia. Artinya, tak ada lagi tempat persinggahan manusia setelah melalui serangkaian proses panjang dalam hidup.
"Setelah akhirat nggak ada tempat lagi. Setelah habis masa di dunia, mampir ke kubur, dan seterusnya, lalu terakhir di akhirat," ujar UAH dalam penggalan kajiannya, dikutip Rabu (1/3/2023).
Baca Juga: Ciri Orang Sombong, Bukan Cuma Mereka yang Bergelimang HartaHal itu mengisyaratkan keutamaan tersendiri. Di mana kaya akhirat adalah yang terbaik ketimbang kaya di dunia tapi
miskin di akhirat.
Pasalnya, kaum muslimin yang kaya di akhirat akan mendapatkan segala yang dia inginkan. Lantas kekayaan itu pun abadi didapatkannya.
Berbeda dengan kaya di dunia, yang ketika manusia itu wafat, maka kekayaannya akan tertinggal pula di dunia.
"Kalau Anda kaya di dunia, punya banyak harta, rumah seluas-luasnya, mobil banyak, mohon maaf, saya infokan dari sekarang ketika meninggal, maka semua harta dunia ini akan ditinggalkan pula," kata UAH.
Baca Juga: Sulitnya Membangun Masjid di Negara Minoritas MuslimHal itu seperti yang disebutkan dalam firman Allah SWT, "Sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan." (QS. Ad-Dhuha: 4).
UAH menambahkan, Allah SWT menyebut akhirat lebih utama bagi umat manusia. Pasalya, sesuatu yang utama itu tidak akan pernah berubah dan memiliki sifat abadi.
"Karena itulah orang yang meninggalkan dunia disebut dengan kalimat 'telah meninggal dunia.' Artinya itu bukan sekadar orangnya yang pindah dari alam dunia, tapi semua sifat dunianya pun ditinggalkan tidak ada yang ikut," ucap UAH.
Sifat dunia itu, lanjut UAH, termasuk sifat harta, sifat materi, dan lainnya, yang semuanya ditinggalkan. Lantas manusia hanya membawa bekal untuk masuk ke surga dan mendapat nikmat Allah SWT.
Baca Juga: Hadis Penghuni Neraka Kebanyakan Wanita, Begini Penjelasan Buya Yahya"Sekarang pilih mana, kaya dunia miskin akhirat atau miskin dunia kayak akhirat? Sudah pasti yang harus dipilih adalah kaya dunia dan kaya akhirat," lanjut UAH menerangkan.
Menurut UAH, kaya di dunia juga penting dalam kehidupan. Kaya di dunia sebagai bekal menambah amalan untuk mendapatkan ganjaran pahala dari Allah SWT.
"Kaya di dunia juga dibutuhkan untuk bisa zakat, kalau nggak ada uangnya bagaimana bisa zakat. Termasuk juga untuk bisa haji, umrah dan sebagainya," tutur UAH.
"Kaya dunia dan akhirat itu yang kita inginkan. Kalau bisa dunia kaya maka akhirat kaya, itu yang terbaik," tambahnya.
Baca Juga: Tanda Akhir Zaman Ka’bah akan Dihancurkan Orang Ini(gar)