LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) sangat memperhatikan posisi imam masjid. Ustaz Muhammad Khoirussani, Imam Masjid UEA asal Boyolali, Jawa Tengah mengaku mendapat banyak fasilitas saat bertugas sebagai imam di sana.
Ustaz Muhammad Khoirussani adalah seorang hafidz Al-Qur'an. Ia menjadi imam di masjid Bilal bin Rabah di Kota Ra'sul Khaimah sejak 2017 hingga saat ini.
Ia mengatakan, pemerintah UEA sangat perhatian terhadap kesejahteraan imam masjid. Ia mengaku mendapatkan banyak fasilitas dan pengalaman selama tinggal di UEA.
Dari sisi finansial, pemerintah UEA sangat detail dan perhatian terhadap kesejahteraan para imam masjid. Menurut penjelasannya, terdapat tiga tingkat kepangkatan dalam pengurus masjid.
Baca Juga: Menag: Kontrak Pengadaan Konsumsi Jemaah Haji Masih Finalisasi “Di sini ada tiga kepangkatan, yakni musyrif (pendamping), muazin, imam, dan tingkat paling tinggi adalah imam jami. Meski setiap tingkatan tersebut ada perbedaan gaji, tapi alhamdulillah semuanya ditanggung kesejahteraannya,” jelasnya dalam Obrolan Seputar Soal Islam (OBSESI) Bimas Islam baru-baru ini.
Tak hanya materi, pemerintah UEA juga memperhatikan kualitas para imam. Kementerian di UEA memiliki program khusus untuk meningkatkan kualitas para imam, seperti qiraah, sanad, dan kajian umum yang membahas kitab-kitab karya ulama.
“Kami juga mendapat fasilitas asuransi kesehatan, tempat tinggal yang layak, dan sejumlah fasilitas lainnya yang membuat anak dan istri saya nyaman tinggal di sini,” kisahnya.
Selain itu, ia juga mengaku mendapat pelajaran berharga tentang kebudayaan dan cara bermuamalah dari orang-orang Arab. “Alhamdulillah kami mendapat fasilitas yang sangat layak dan dijamin semua kebutuhannya, sehingga para imam di sini fokus menjalani tugasnya. Maka kami mengajak kepada seluruh hafiz di Indonesia, jangan takut untuk berkiprah di UEA,” katanya.
Baca Juga: Tak Perlu Sedih Rumah Jauh dari Masjid, Ini Keutamaanya(zhd)