LANGIT7.ID, Jakarta - Semakin banyak langkah kaki, maka semakin banyak pahala yang didapat seorang muslim. Demikian salah satu keutamaan orang yang jarak rumahnya jauh dari masjid apabila ia beribadah ke masjid.
Dalam sebuah hadits, dari Abu Musa radiallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ أجْراً في الصَّلاةِ أبْعَدُهُمْ إلَيْهَا مَمْشىً ، فَأَبْعَدُهُمْ ، وَالَّذِي يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ حَتَّى يُصَلِّيَهَا مَعَ الإمَامِ أعظَمُ أجْراً مِنَ الَّذِي يُصَلِّيهَا ثُمَّ يَنَامُ
Artinya: "Sesungguhnya orang yang paling besar pahalanya di dalam shalat adalah yang paling jauh berjalan menuju shalat, lalu yang jauh berikutnya. Dan orang yang menunggu shalat sampai ia melaksanakannya bersama imam lebih besar pahalanya daripada orang yang shalat kemudian tidur.” (Muttafaq ‘alaih. HR Bukhari Nomor 651 dan Muslim Nomor 669).
Baca Juga: MUI Izinkan Jamaah Lepas Masker Saat Shalat di MasjidSeorang muslim tak perlu berkecil hati apabila jarak rumahnya dengan masjid begitu jauh. Sebab, menurut hadits tersebut makin jauh dari masjid berarti memiliki peluang pahala datang ke masjid lebih banyak.
Orang yang rumahnya jauh dari masjid biasanya berat untuk berjamaah ke masjid. Padahal semakin jauh jaraknya, maka semakin berat langkah kakinya, karena itulah Rasulullah memberikan motivasi bahwa orang yang rumahnya jauh dari masjid bisa mendapat pahala besar lewat langkah kakinya.
Baca Juga: Gus Baha: Pendakwah Harus Buat Masyarakat Senang dalam Belajar AgamaHadits tersebut juga mengandung keutamaan menunggu shalat berjamaah di masjid. Dalam konteks hadits ini, Rasulullah berbicara tentang shalat Isya, tapi secara umum juga berlaku untuk shalat wajib lainnya.
Islam mendorong umatnya senantiasa berjamaah. Salah satu tujuan jamaah dalam Islam adalah menunjukkan persatuan kaum muslimin. Selain itu, pahala shalat berjamaah adalah 27 derajat dibandingkan shalat sendiri (munfarid).
Baca Juga: Menag: Kontrak Pengadaan Konsumsi Jemaah Haji Masih Finalisasi(zhd)