LANGIT7.ID -
Puasa Syawal merupakan salah satu ibadah sunnah setelah bulan ramadhan yang dianjurkan kepada setiap muslim. Puasa dilaksanakan selama 6 hari di bulan syawal. Hari ini, Sabtu (21/5/2022) bertepatan dengan 19 syawal. Jadi masih ada waktu 10 hari untuk menunaikan puasa syawal.
Puasa ini memiliki banyak hikmah. Pakar fikih kontemporer, KH Ahmad Zahro, menjelaskan salah satu hikmah paling mencolok
puasa syawal seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits shahih, orang yang puasa 6 hari setelah Ramadhan, maka pahalanya sama seperti puasa satu tahun penuh.
مَنْ صَامَ رَمَضانَ ثُمَّ أَتَبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كانَ كصِيَامِ الدَّهْرِ
Siapa yang melakukan puasa Ramadhan lantas ia ikutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka itu seperti berpuasa setahun penuh. (HR Muslim, no 1164).
Baca Juga: 5 Keutamaan Puasa Syawal, Tanda Ibadah Ramadhan Diterima hingga Sehatkan Pencernaan
"Jadi, enak, hanya puasa 6 hari dapat pahala puasa satu tahun. Cara puasa Syawal sama seperti puasa yang lain, bangun sahur lalu menahan lapar dahaga dan hal-hal yang membatalkan puasa mulai terbit matahari sampai terbenam," kata KH Zahro di kana YouTube-nya, Sabtu (21/5/2022).
KH Zahro menyarankan umat Islam di Indonesia melaksanakan puasa Syawal pada akhir bulan. Ini karena masyarakat Indonesia memiliki tradisi lebaran yang berisi hal-hal baik seperti silaturahim.
"Puasa Syawal tidak harus tanggal 2-7 Syawal. Akhir-akhir saja. Sebenarnya tidak masalah jika dimulai tanggal 2. Para ulama sepakat, yang penting 6 hari, kapan saja, pokoknya masih bulan Syawal, boleh berturut-turut, boleh tidak, yang penting genap hitungan 6 hari," kata KH Zahro.
Tradisi lebaran di Indonesia sangat unik. Dimulai tradisi mudik jelang Idul Fitri untuk bertemu keluarga besar. Lalu, setelah shalat Idul Fitri dilanjut maaf-maafan dan silaturahim. Hal itu membuat puasa Syawal bisa dilaksanakan pada akhir bulan Syawal untuk memaksimalkan silaturahim.
Baca Juga: Hukum Batalkan Puasa Syawal Saat Dapat Undangan Makan
"Jadi, puasa Syawal monggo di akhir-akhir aja, karena di sini ada tradisi bagus yakni silaturahim. Silaturahim banyakan di siang hari. Yang bertamu tidak perlu puasa dulu, yang menerima tamu juga. Menghormati tamu itu wajib," kata KH Zahro.
Kita akan segera memasuki 10 hari terakhir bulan syawal. Maka setelah tuntas bersilaturahim di awal syawal, kini saatnya kita menunaikan puasa syawal. Jangan sampai kita merugi melewatkan pahala puasa setahun penuh ini.
(jqf)