LANGIT7.ID, Jakarta -
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengumumkan akan menerapkan teknologi transaksi nirsentuh di Jalan Tol atau dikenal
Multi Lane Free Flow (MLFF). Melalui teknologi ini, nantinya pengguna
jalan tol tidak perlu lagi berhenti di gerbang tol untuk
tapping kartu uang elektronik saat pembayaran.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit mengatakan implementasi sistem transaksi tol nontunai nirsentuh berbasis MLFF akan dilakukan secara bertahap di beberapa ruas jalan tol. "Untuk tahap awal implementasi dimulai dengan masa transisi pada beberapa ruas jalan tol, dimana sebagian gardu pada setiap gerbang tol masih dapat menggunakan kartu tol elektronik," ujar Danang dalam keterangan resminya, dikutip Langit7.id, Sabtu (21/5/2022).
Baca Juga: Tol Becakayu Mandek Sejak 1996, Luhut: Segera Kita TuntaskanDanang menegaskan untuk penerapannya direncanakan akhir 2022. Sedangkan untuk ruas jalan tol yang akan diterapkan sistem tersebut pada akhir tahun masih dalam pembahasan.
"Nantinya, teknologi yang diterapkan pada MLFF menggunakan Global Navigation Satelit System (GNSS) yang merupakan sistem transaksi melalui
aplikasi di
smartphone dan dibaca melalui satelit," kata Danang.
Perangkat ini digunakan pada transaksi nirsentuh MLFF, berupa
Electronic On-Board Unit atau dikenal dengan E-OBU dan perangkat
Electronic Route Ticket. Para pengguna dapat memilih titik masuk dan keluar sesuai rute perjalanan sekali pakai.
Baca Juga: Alasan Polisi Ubah Warna Dasar Pelat Nomor dari Hitam Menjadi PutihPenerapan transaksi nirsentuh MLFF memiliki manfaat sangat besar karena bisa menghilangkan waktu antrian menjadi nol (0) detik. Sedangkan dengan penggunaan
uang elektronik (
e-Toll) telah mengurangi waktu transaksi maksimal 5 detik.
"Manfaat lain adalah efisiensi biaya operasi dan juga meminimalisir bahan bakar kendaraan. Selain memudahkan pengguna jalan karena bayar tol tanpa hambatan, informatif, aman, nyaman dan berkelanjutan dan juga dapat meningkatkan efisiensi pendapatan tol, serta mengurangi tingkat kemacetan pada jam-jam padat," tutur Danang.
Baca Juga:
Tarif Tol Cipali Naik Tiga Persen, Ini Rinciannya
Wajib Tahu, Ini Bedanya Rambu Warna Hijau dan Biru di Jalan Tol(asf)