LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam memeringati Hati Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei 2022, Institute of Democracy and Education (IDE) menggelar mentoring program kelas inspirasi IDE Indonesia secara Hybrid.
Dalam kesempatan ini, pendiri IDE Indonesia Gugun Gumilar mengajak seluruh pelaku akademi untuk manfaatkan momentum ini agar bangkit bersama dalam menghadapi tantangan.
Hal ini disampaikan mengacu pada tema Harkitnas yang diangkat oleh pemerintah “Ayo Bangkit Bersama!”. Tema ini diangkat dalam rangka seruan kebangkitan bersama bangsa Indonesia setelah berjuang menghadapi pandemi Covid-19.
Baca Juga: Hebat, Muslimah Alumnus Unhas Raih Gelar Doktor di Irlandia pada Usia 25 Tahun“Mari kita jadikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-114 ini sebagai momentum untuk bangkit bersama, terutama pendidikan di Indonesia dan dari berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia belakangan ini. Semoga ke depan banyak lagi generasi muda berkiprah sekolah di luar negeri,” ujar Gugun dalam talkshow virtual, Sabtu (5/21/2022)
Mahasiswa S3 di Dublin City University, jurusan
Philosophy of Religion ini berkeyakinan bahwa semangat Boedi Oetomo masih relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Terutama di tengah kondisi ekonomi dunia, ketegangan geopolitik global, dan kebangkitan pendidikan Indonesia.
"Semangat Boedi Oetomo masih relevan dengan kondisi Indonesia saat ini yang masih berjuang untuk menaikan kelas taraf pendidikan Indonesia lebih baik lagi. IDE Indonesia mempersiapkan generasi muda untuk terbang lebih tinggi mempersiapkan estafet kepemimpinan nasional," ucapnya.
Baca Juga: Din Dorong Kolaborasi Rusia dan Dunia Islam untuk Tata Peradaban"Tidak hanya itu, semangat Harkitnas juga tentunya masih tetap relevan dengan kondisi bangsa saat ini yang sedang mecari arah demokrasi yang lebih baik lagi," imbuh alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini.
Kemudian, tidak lupa Gugun menyatakan rasa syukurnya sebab dua anak didiknya berhasil menempuh pendidikan di luar negeri. Ia berharap keduanya dapat dijadikan contoh agar generasi muda lebih semangat dalam menuntut ilmu.
“Alhamdulillah, pada momen Harkitnas ini saya bersama dua alumni Yayasan Hidayatul Islam Selaawi, yaitu Nata Sutisna dan Muhamad Faisal Bachri merupakan dua alumni dari Yayasan kami sedang menempuh sekolah di Tunisia dan Yaman. Kebetulan dua alumni ini pernah saya ajar saat di RA dan MDA di Selaawi, Pasawahan," ujarnya.
Baca Juga: Kibarkan Bendera LGBT di Jakarta, Kedubes Inggris Dinilai Tak Hormati Indonesia(zhd)