LANGIT7.ID, Jakarta - Kota Bandung menjadi salah satu daerah di Provinsi Jawa Barat yang banyak menyimpan momentum penting dan bersejarah bagi bangsa Indonesia.
Kota Bandung juga kerap menjadi tujuan wisata bagi banyak orang terutama mereka yang tertarik akan sejarah.
Di Kota Bandung terdapat beberapa bangunan yang kini dikelola menjadi destinasi wisata yang menjadi saksi bisu atas peristiwa penting di masa lampau.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini ragam destinasi wisata bersejarah yang dapat dikunjungi sembari napak tilas terutama saat liburan, antara lain:
Baca juga: Pesona Keindahan Pegunungan Karst di Desa Wisata Rammang-RammangGedung Sate Gedung Sate menjadi ikon Kota Bandung sekaligus tempat wisata populer di kalangan wisatawan, tak hanya sebagai ikon Kota Bandung Gedung Sate menjadi objek wisata bersejarah yang kerapkali dikunjungi para wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Gedung Sate sudah ada sejak masa Kolonial Belandam sehingga bangunan ini memiliki sejarah yang panjang, dengan melibatkan kurang lebih 2.000 pekerja dan 150 orang pemahat yang berasal dari berbagai wilaayah di sekitar Bandung. Pembangunan berlaangsung selama empat tahun dan rampung pada September 1924.
Sejak 1980, Gedung Sate menjadi pusat pemerintan Provinsi Jawa Barat dan hingga saat ni Gedung Sate nyaris tak pernah sepi dari pengunjung. Para wisatawan lokal maupun internasional selalu menyempatkan diri untuk datang ke Gedung Sate ini.
Monumen Bandung Lautan ApiMonumen Bandung Lautan Api memiliki tinggi sekitar 45 meter dengan dilengkapi sembilan bidang sisi yang dibangun dengan tujuan untuk memperingati momen saat Bandung Selatan dibumihanguskan pada masa kepemimpinan Muhammad Toha.
Pembangunan Monumen tersebut juga untuk mengenang proses perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih dan mempertahankan kemerdekaan Repulik Indonesia yang begitu panjang, Monumen ini terletak di Lapangan Tegallega yang dirancang oleh Sunaryo salah satu seniman kontemporer.
Dipuncaknya sengaja dibuat bara api yang mengarah ke atas dengan warna kuning keemasan layaknya api yang tengah menyala. Selain itu, monumen ini menjadi pusaat perhatian setiap tanggal 23 Maret untuk mengenang peristiwa Bandung Lautan Api.
Museum Asia-Afrika Museum ini dibuka untuk masyarakat umum setiap Senin hingga Kamis mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB dan terletak di Jalan Asia Afrika No. 65, Bandung.
Didalamnya tersimpan beragam koleksi foto dokumentasi sejarah terkait pelaksanaaan Konferensi Asia Afrika (KAA), informasi tokoh-tokoh penggagas KAA, berbagai barang peninggalan KAA, kliping surat kabar tentang KAA, serta 'Dasa Sila Bandung' yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.
Museum ini dilengkapi ruang audio visual sebagai sarana pemutaran film dokumenter tentang KAA dan diorama orasi Presiden Soekarno di tengah delegasi yang hadir.
Museum ini dahulu memang digunakan sebagai tempat digelarnya KAA sehingga para wisatwan bisa melihat secara langsung ruangan konferensi bersejarah yang digunakan sebagai tempat berlangsungnya prosesi pembukaan, sidang pleno dan penutupan dari KAA.
Baca juga: Kawasan Wisata Monas Segera Dibuka Bagi Masyarakat UmumObservatorium Bosscha Observatorium Boscha menjadi lembaga riset yang berada di bawah naangan FMIPA ITB, sebagai pusat penelitian dan iilmu pengetahuan Bosscha Bandung dapat mempelajari alam semesta dan seisinya sehingga begitu menarik dan banyak hal baru yang didapatkan, Bosscha menjadi observatorium astronomi modern pertama di Asia Tenggara.
Jalan Braga Jalan Beraga menjadi kawasan yang menyuguhkan suasana yang membuat siapaapun sekan tengah berada di Indonesia tempi dulu, mirip seperti lokasi Kota Tua di Jakarta Jalan Braga ini sudah ada sejak zaman pemerintahan Hindia-Belanda.
Jalan Braga juga menjadi kawasan sejarah di Bandung dan kini berubah menjadi tempat nongkrong anak muda Bandung yang cukup hits.
Destinasi wisata sejarah di Bandung ini menyuguhkan beragaam kuliner yang wajib dicoba, para wisatawan juga akan dimanjakan dengan spot foto yang menarik dengan latar belakang bangunan tua peninggalan Belanda.
(sof)