LANGIT7.ID, Jakarta - Juru Bicara
Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril mengungkapkan, ada enam dugaan penyebab kasus hepatitis akut. Hal ini menyikapi terkait kasus
hepatitis akut di Indonesia yang masih belum diketahui penyebabnya.
Enam dugaan penyebab hepatitis akut itu berdasarkan data UK Health Security Agency, 19 Mei 2022, antara lain adenovirus biasa, adenovirus varian baru dan sindrom post-infeksi SARS-CoV-2. Selain itu, ada juga paparan obat, lingkungan atau toksin, patogen baru, kemudian varian baru SARS-CoV-2. "Ini hipotesis-hipotesis, atau kemungkinan-kemungkinan, atau dugaan-dugaan sebagai penyebab hepatitis akut," kata Syahril, dalam siaran persnya, Kamis (26/5/2022).
Baca Juga: Jubir Kemenkes: Naik, Hepatitis Akut di Indonesia Jadi 27 KasusMenurut Syahril, hipotesis tersebut terjadi di Inggris dan Amerika Serikat (AS). Terkait kondisi di Indonesia, saat ini tinggal menunggu informasi terbaru hasil penelitian dugaan penyebab hepatitis akut tersebut. "Nanti kita ikuti saja karena ini baru hipotesis, kita akan mengarah ke 6 hipotesis itu yang menjadi dugaan kuat oleh para ahli atau para ilmuwan," ucapnya.
Situasi nasional hepatitis di Indonesia per 23 Mei 2022, kasus kumulatif dugaan hepatitis akut ada 35 kasus. 19 kasus di antaranya
discarded dan ada 16 kasus
probable yang
pending classification. 16 kasus ini tersebar di 10 provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Barat, Banten, DIY dan Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan tiga kasus pertama di Indonesia dilaporkan pada tanggal 27 April, beberapa hari setelah Badan Kesehatan Dunia (
WHO) menyampaikan adanya kejadian luar biasa atau
outbreak penyakit ini di Eropa. Namun, Menkes belum dapat memastikan penyebab
hepatitis misterius yang terjadi pada anak.
Baca Juga: Epidemolog: Hepatitis Misterius Tak Berkaitan dengan Vaksin Covid"Tanggal 27 April itu kita sudah langsung mengeluarkan surat edaran agar semua rumah sakit dan dinas kesehatan melakukan surveillance monitoring terhadap kasus ini. Di Singapura baru ditemukan kasus pertama, sedangkan di Indonesia sudah ada 15 kasus, di dunia paling besar di Inggris sebanyak 115 kasus," ujar Menkes Budi.
Atas hal tersebut, Menkes Budi menuturkan pihaknya menindaklanjuti kejadian ini dengan membuat Surat Edaran (SE) tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology). Selain itu, Kemenkes juga berkomunikasi dengan Centers for Disease Control (CDC) and Prevention Amerika Serikat dan Pemerintah Inggris untuk memperoleh informasi mengenai penyakit ini. Dugaan awal hepatitis akut berasal dari adenovirus strain 41.
Baca Juga:
Kemenkes Temukan 18 Kasus Dugaan Hepatitis Akut
Pemerintah Diminta Gencarkan Penelitian Kemunculan Hepatitis Misterius(asf)