LANGIT7.ID, Jakarta - Untuk meningkatkan penjualan dan pendapatan dalam bisnis maka perlu menentukan pasar yang tepat. Selain itu target konsumen juga menjadi faktor yang tidak bisa dilepaskan dalam penjualan.
Pendiri Yukbisnis, sekaligus praktisi bisnis Jaya Setiabudi mengatakan, dalam ilmu bisnis setidaknya terdapat tiga jenis pasar yang ada pada saat ini, yakni pasar potensial, pasar berdarah, dan pasar tertidur. Pelaku bisnis perlu membidik pasar yang tepat untuk menghadirkan produknya di pasaran.
Pasar tertidur adalah pasar di mana sebuah produk sudah dihadirkan tapi kebutuhan konsumen belum menyasar kepada produk tersebut. Hal ini tentu tidak menjadi masalah bagi pelaku usaha yang tidak memiliki kendala dalam urusan modal. Sementara pasar berdarah adalah pasar yang di mana para pelaku usahanya marak melakukan persaingan dengan membanting harga sampai kompetitornya tidak bisa mengikuti persaingan harga mereka.
“Pasar potensial itu adalah pasar yang permintaan terhadap produknya besar tapi kompetisinya kecil, bukan berarti belum ada yang jual tapi yang jualan itu bisa jadi brandnya belum kuat,” katanya dalam Webinar Cara Membuat Produk Ngangenin, Selasa (3/8).
Untuk menentukan jenis pasar yang tepat dalam menghadirkan sebuah produk maka diperlukan sebuah kematangan dalam riset yang dilakukan. Sehingga dari beberapa kelebihan dan kekurangan jenis pasar masing-masing bisa disesuaikan dengan kebutuhan usaha.
Menurutnya, jika riset tidak dilakukan dalam menjalankan usaha, akan menimbulkan arah yang tidak jelas dalam bisnis. Terlebih persaingan bisnis saat ini cukup besar, baik bisnis kecil mau pun besar.
“Jika riset pasar dilewati begitu saja, bisa jadi pasarnya tidak jelas, karena kita tidak menggunakan peta dalam pemasaran. Kita perlu memiliki data riset, yang bahkan saat ini bisa dengan mudah didapatkan dari internet. Dari situ kita amati pasarnya, ada atau tidak, tepat atau tidak, dan lain sebagainya,” jelasnya.
Dalam hal ini pasar yang terbaik bagi pelaku usaha kecil dan menengah adalah pasar potensial. Di mana persaingan yang sedikit tapi sebenarnya memiliki permintaan yang cukup besar.
Setidaknya ada 12 kategori untuk menentukan pasar potensial, yakni:
1. Banyak produk berkualitas tapi gagal menjadi tren
2. Berhasil menjadi tren tapi tidak bertahan lama
3. Produk baru dan menjadi solusi dari permasalahan yang ada
4. Produk komoditas tapi merek yang ada kurang menonjol
5. Produk yang dianggap gagal tapi punya potensi menjadi tren
6. Banyak permintaan, tapi belum diiringi ketersediaan cukup di pasaran
7. Permintaan dan suplai banyak tapi masih memiliki celah diferensiasi
8. Produk pelengkap dari sebuah produk tren
9. Sedang tren di wilayah atau negara tapi belum tren di wilayah terdekat
10. Memiliki tren tapi dengan konsumen terbatas
11. Gabungan produk yang sudah ada dan menghasilkan produk baru yang unik
12. Produk ngangenin yang bukan menjadi produk unggulan dalam sebuah brand
(zul)