LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Pembina Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia KH Didin Hafidhuddin menilai selama ini umat terlalu fokus membahas problem-problem internal. Hal itu dikatakan Kiai Didin saat memberi tausyiah pada Haflah dan Silaturahim Idul Fitri 1443 Hijriah di aula Masjid Al Furqan Kramat Raya 45, Jakarta Pusat, Sabtu (28/5/2022).
"Kita lebih banyak berbicara masalah, problem. Seolah-olah kita hidup ini penuh dengan masalah, tidak ada jalan keluar bagaimana mengatasi masalah," ujar Kiai Didin.
Menurut Kiai Didin, umat Islam memiliki berbagai macam potensi. Dengan sibuk membahas dan menggali potensi umat, maka rasa optimisme dalam memperjuangkan Islam terus membara.
Baca Juga: KH Didin Hafiddhudin: Edukasi Wakaf Perlu Ditingkatkan"Sebenarnya kita ini adalah umat yang memiliki berbagai macam potensi. Jadi umat Islam itu di dalam Alquran disebut dengan ummatan wasathan, sebagai umat pertengahan," kata Kiai Didin.
Ketika potensi umat ini tergali, jelas Kiai Didin, maka ini menjadi solusi mengatasi problem-problem internal umat.
"Dengan potensi itu Insya Allah, dengan ketekunan, dengan pertolongan Allah kita akan mengatasi masalah masalah problematika yang kita hadapi," jelas Kiai Didin.
Salah satu potensi umat yang bisa digali adalah ekonomi syariah. Sebagai ajaran komprehensif, Islam mengatur aspek kehidupan seperti politik hingga ekonomi.
Baca Juga: Anak Ridwan Kamil Hilang di Sungai Swiss, Ini KronologinyaDikatakan Kiai Didin, saat ini negara-negara di dunia tengah mengalami kebangkrutan ekonomi karena praktek ekonomi ribawi.
"Allah menghancurkan riba dan menghidupkan sodaqoh. Allah akan mengembangkan sodaqoh. Sodaqoh yang bisa kita lakukan," kata Kiai Didin.
Kiai Didin berharap pemikiran ekonomi syariah ini menjadi perhatian pengelola STID Mohammad Natsir.
"Disamping masalah akidah, persoalan ekonomi syariah ini perlu kita perhatikan," tutur Kiai Didin.
Baca Juga: Replika Mobil Balap Formula E Bakal Mejeng di CFD(zhd)