LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan pemerintah Indonesia tengah menerapkan tiga upaya dalam mencegah penyalahgunaan platform dan teknologi digital melalui penyebaran konten dan aktivitas online yang berbahaya.
"Penting bagi seluruh stakeholders, baik institusi pemerintah, platform digital, organisasi masyarakat, media, serta akademisi untuk saling mendukung penanganan konten negartif yang beredar di internet," kata Johnny dalam keterangannya dikutip Rabu (1/5/2022).
Menurutnya, tiga langkah utama tersebut dilakukan untuk mengatasi risiko bahaya aktivitas online, dan mendidik masyarakat. Pertama, pemutusan konten negatif yang melanggar hukum yang ditindak berdasarkan laporan dari instansi pemerintah, masyarakat, serta temuan tim kominfo.
Baca juga: Din Syamsuddin: Dalam Islam, Muslim Dianjurkan Hanya Mengatakan Ucapan Baik"Hingga saat ini tercatat 2,9 juta konten negatif yang telah diputus aksesnya, dari 2,9 juta konten negatif tersebut, 1,7 juta di antaranya berupa situs negatif, serta 1,2 juta merupakan konten negatif yang beredar di media sosial," jelasnya.
Menurutnya, langkah kedua Kominfo secara proaktif melakukan penanggulangan hoaks yang bekerja sama dengan media pers, industri digital, hingga masyarakat umum untuk mengklarifikasi hoaks dan disinformasi.
"Pemerintah juga mengorkestrasi komunikasi publik yang positif dan efektif sebagai kontra-narasi atas hoaks yang beredar di internet. Dan langkah ketiga yang diambil Pemerintah Indonesia dengan melakukan peningkatan literasi digital," ujar Johnny.
Johnny menjelaskan bahwa literasi digital menjadi inti dari upaya tersebut dalam mendorong penggunaan internet yang aman dan produktif, serta menjadi langkah yang paling efektif untuk mengurangi narasi negartif dan hoaks yang beredar di jagat maya.
Selain itu, Johnny membahas terkait inklusi digital bagi kelompok rentan di tengah berbagai distrupsi digital yang dihadapi saat ini, sehingga pemerintah terus fokus membangun ruang digital yang adil, inklusif, aman, dan mudah diakses terutama bagi kelompok rentan.
“Melalui Digital Ministers’ Declaration yang dihasilkan pada Presidensi G20 Itali tahun 2021 lalu, Indonesia berkomitmen untuk mengoptimalkan penyediaan peluang bagi kelompok rentan,” paparnya.
Baca juga: Menkominfo Sebut Indonesia Pengguna Satelit Terbesar di AsiaMenurutnya, salah satu gagasan yang diajukan pemerintah Indonesia dalam G20 Digital Minister's Declaration ialah penyediaan peluang bagi kelompok rentan, dan optimalisasi peran teknologi digital serta ekonomi digital dalam pertumbuhan ekonomi.
“Pemerintah terus mendorong peningkatan literasi dan kemampuan digital yang melibatkan kelompok minoritas dan kelompok rentan di seluruh Indonesia. Pemerintah mengambil langkah nyata untuk meningkatkan literasi digital masyarakat melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD)," ujar Johnny.
(sof)