LANGIT7.ID - Tim Nasional Argentina membatalkan pertandingan melawan Israel. Pertandingan persahabatan itu dijadwalkan digelar pada 6 Juni 2022 di Stadion Sammy Ofer di Haifa.
Keputusan itu telah bulat meski persiapan sudah dilakukan di Buenos Aires dan penggalangan dana telah mencapai $2,5 juta untuk mendanai pertandingan persahabatan itu.
Kendati Federasi Sepakbola Argentina (AFA) tidak menjelaskan secara terbuka alasan pembatalan pertandingan itu. Namun disinyalir kuat pertandingan persahabatan itu batal karena desakan publik internasional maupun Argentina.
Melansir Middle East Monitor, seruan pembatalan awalnya diserukan gerakan
The Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) movement dan Komite Solidaritas Palestina-Amerika, serta gerakan hak asasi manusia dan solidaritas di Amerika Serikat.
Baca Juga: Deportivo Palestino, Klub Chile yang Miliki Ikatan Kuat dengan Palestina
Seruan pembatalan tersebut menanggapi surat klub sepakbola
Palestina Al-Khader kepada timnas Argentina. Surat tersebut viral di publik Argentina sebab sebelumnya, pemain Al-Khader FC, Muhammad Ghnem (19 tahun), dibunuh pasukan tentara Israel pada April 2022.
Seruan pembatalan itu juga untuk mengecam tindakan tentara Israel menembak mati jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh, dan semua martir
Palestina. Al-Khader FC mengaku tidak bisa berdiam diri melihat timnas Argentina menghelat laga persahabatan dengan Israel. Pertandingan itu memungkinkan Israel terus melakukan penganiayaan terhadap pesepakbola
Palestina.
"Ingat nomor 14 dalam pikiran Anda. Itu adalah nomor tim rekan setim kami Mohammad. Dia bukan lagi pemain sekarang, tetapi Anda dapat membantu mencegah Israel terus membunuh pemain muda Palestina kami." demikian isi surat tersebut.
Baca Juga: Ribuan Orang Rayakan Perubahan Nama Jalan di New Jersey Jadi Palestine Way
"Mohammad ditembak dari belakang oleh tentara Israel di dekat rumah keluarganya, dan itu adalah nomor punggungnya. tidak jauh dari tembok apartheid Israel yang terkenal kejam yang memotong tanah kami, mencuri pertanian, mengambil sumber air dan memisahkan kota-kota Palestina satu sama lain." lanjut surat tersebut.
Aktivis hak-hak Palestina menyambut baik pembatalan tersebut. Mereka mengangkat tinggi-tinggi bendera Palestina dan memberi kartu merah untuk mengutuk tindakan apartheid Israel terhadap Palestina.
Setelah pertandingan dengan Israel dibatalkan, Lionel Messi Cs mengganti jadwal pertandingannya berganti melawan Estonia.
(jqf)