LANGIT7.ID, Jakarta - Keluarga Gubernur Jawa Barat,
Ridwan Kamil masih dalam suasana duka mendalam usai kepergian sang putra,
Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) yang tenggelam di Sungai Aare, Bern, Swiss, 26 Mei lalu. Kondisi ini memicu perhatian seluruh masyarakat Tanah Air, termasuk di media sosial.
Jutaan warganet turut merasakan kesedihan atas kepergian Eril. Doa-doa serta ucapan belasungkawa hingga kini belum usai memenuhi kolom komentar akun
media sosial Ridwan Kamil, baik di Instagram maupun Twitter.
Baca Juga: Rindu pada Eril Sang Buah Hati, Atalia: Di Mana, Ril? Sini PulangMeski banyak yang berniat baik mendoakan Eril melalui media sosial, sebagai warganet tentu perlu mempertimbangkan banyak faktor saat menyampaikan belasungkawa. Hal ini bertujuan untuk mencegah ujaran terkesan tidak sopan atau justru menyinggung perasaan keluarga yang sedang berduka.
Berikut etika mengucapkan belasungkawa melalui media sosial supaya doa tersampaikan dengan baik, melansir dari Oshea Funeral, Senin (6/6/2022).
1. Tunggu Pihak Keluarga Mengunggah Kabar DukaSebagai warganet, hindari menanyakan kabar kematian seseorang sebelum keluarga yang mengunggah informasi terkait. Sebab, dalam kondisi ini keluarga membutuhkan waktu untuk menjalani momen duka secara personal. Biarkan informasi duka menjadi kewajiban keluarga untuk membagikannya kepada orang lain.
2. Hindari Basa-basiSaat mengucapkan belasungkawa, fokus saja dengan doa-doa supaya membuat keluarga yang berduka lebih tenang. Hindari perbincangan yang justru di luar konteks belasungkawa. Biarkan seseorang yang sedang berduka memaknai kehilangan dengan caranya sendiri.
Baca Juga: Eril di Mata Sahabat: Baik, Rendah Hati, Peduli, dan Supel3. Jangan Terlalu Banyak bertanyaRasa kehilangan merupakan hal wajar, apalagi ketika mengetahui seseoran meninggal secara mendadak. Sebagai warganet, tahan jari-jari untuk menanyakan sebab kematian seseorang. Pahami bahwa keluarga yang ditinggalkan membutuhkan dukungan dan privasi yang tak ingin diketahui orang lain.
4. Hindari 'tag' Akun Orang yang MeninggalDi media sosial tentu sangat mudah untuk mention akun seseorang. Perlu dicatat, jangan pernah lakukan hal ini kepada orang yang sudah meninggal. Tagging akun orang yang sudah meninggal sama dengan tidak menghormati privasi mendiang.
5. Hindari Menyebar HoaksTahan jari-jari untuk tidak menebarkan informasi yang tidak benar terkait kematian seseorang. Sebab, tindakan ini hanya akan memperkeruh kondisi keluarga yang ditinggalkan. Pastikan informasi hanya datang dari pihak keluarga.
Baca Juga:
Dubes Palestina Sampaikan Belasungkawa ke Ridwan Kamil
5 Fakta Emmeril Khan Mumtadz, Jadi Kisah Haru Netizen Indonesia(asf)