LANGIT7.ID - , Jakarta - Saat ini
pemasaran digital menjadi hal penting bagi pertumbuhan bisnis perusahaan, termasuk bagi pelaku
UMKM. Kini, mulai banyak UMKM yang berhasil memperluas pasar dan branding dengan mengoptimalkan pemasaran digital atau digital marketing ini.
Salah satu ekshibitor di pameran
Muslim Life Fair Yogyakarta, Reza Coco dari Hibbu, mengatakan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap informasi secara cepat, langsung, dan jelas terus meningkat. Karena itu, membangun aset-aset digital marketing bagi pelaku UMKM menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan, salah satunya adalah dengan video.
Baca juga: Tingkatkan UMKM Halal Daerah, Indonesia Muslim Life Fair Siap Hadir di YogyakartaMelalui video, dengan gaya atau konsep
story telling seperti iklan-iklan di TV, diharapkan akan membangun
branding pada UMKM itu sendiri. Terlebih, tingkat literasi di Indonesia masih rendah sehingga perlu diarahkan ke video untuk menyiasatinya. Video bisa mewakilkan dengan kondisi hari ini dan punya daya jual atau bisa men-scale up bisnis.
"Berdasarkan data yang kami dapat, orang Indonesia itu konsumsi YouTube paling tidak 25 jam per bulan. Ini artinya, banyak dari mereka yang lari ke platform berbentuk video," kata Reza melalui keterangan yang dikutip Senin (6/6/2022).
Namun demikian, dalam membuat konten video itu tidak bisa asal-asalan. Membutuhkan satu konsep yang matang dengan tujuan dan pesan yang akan disampaikan. Selain itu, brand positioning dan target pasar pun harus jelas.
Menurut Reza, Hibbu sendiri lahir salah satunya karena punya semangat untuk membantu UMKM untuk meningkatkan skala bisnisnya melalui digital marketing atau membuat aset-aset digital marketing. Mulai dari video, membangun akun Instagram (
social media maintenance), foto produk, hingga membangun akun YouTube.
Dia berharap pameran Muslim Life Fair Yogya memberikan benefit lebih untuk setiap
exa jughibitor yang menjadi peserta.
Baca juga: Dikunjungi 30.000 Pengunjung, Muslim Lifefair 2022 Bangkitkan UMKM Lokal“Jadi harapannya adalah ini bisa menjadi wadah untuk pengusaha Muslim untuk scale up bisnisnya, baik secara kuantitas penjualan, maupun secara kualitas penjualannya,” ujarnya.
Sementara itu, Gagan dari Indoland Metaverse mengatakan pemanfaatan teknologi digital untuk pengembangan pasar produk UMKM adalah sebuah keharusan, terutama bagi yang ingin meningkatkan
brand awareness. Banyak platform yang bisa dimanfaatkan pelaku UMKM untuk pemasaran digital, mulai dari media sosial, aplikasi, website, hingga teknologi terbaru seperti metaverse.
Metaverse adalah sebuah seperangkat ruang virtual, tempat seseorang dapat membuat dan menjelajah dengan pengguna internet lainnya yang tidak berada pada ruang fisik yang sama dengan orang tersebut.
Melalui teknologi metaverse, orang-orang dapat bekerja, bertemu, dan bermain dengan dunia virtual reality (VR) yang aplikatif dalam menunjang aktivitas dunia nyata, baik
tools public service, perluasan pasar serta digitalisasi UMKM, serta membantu media pembelajaran di sekolah-sekolah.
Di ajang pameran Muslim Life Fair Yogya, Indoland Metaverse memberikan edukasi tentang dunia virtual reality (VR) kepada masyarakat luas, termasuk anak-anak. Salah satu produk yang disiapkan Indoland di antaranya VR Muslim Flash.
“VR Muslim Class ini di dalamnya ada 4 aplikasi. Pertama ada kajian VR, jadi anak-anak bisa melihat dan mendengar kajian seperti layaknya menonton bioskop, tapi kontennya kajian. Kedua, ada Mekkah atau manasik secara virtual. Ketiga, ada VR tentang Mekkah lama dan Madinah lama berdasarkan sirah nabawiyah. Keempat, ada konten sejarah Islam yang mencakup rumah kelahiran Rasul, rumah Khadijah, dan lainnya,” ujarnya.
Strategi digital marketing
Salah satu tenant yang selalu ramai pengunjung sejak hari pertama pameran Muslim Life Fair Yogyakarta adalah Atelier Angelina. Produk UMKM tersebut menyuguhkan berbagai pakaian Islami seperti gamis dan khimar yang dibutuhkan para muslimah yang ingin berpakaian secara syar’i.
Direktur operasional Atelier Angelina, Indriyanti mengatakan promo digital marketing melalui media sosial atau platform digital lainnya menjadi salah satu kunci untuk menarik perhatian pengunjung.
“Strategi kami, promo kenceng dari 1 minggu sebelum acara dimulai. Jadi kami sudah sounding, woro-woro bahwa Atelier Angelina hadir di pemeran Muslim Life Fair Yogyakartakata dia. Diskon menarik pun kami berikan, sehingga pengunjung bisa mendapatkan harga lebih murah hanya di pameran ini,” tuturnya.
Baca juga: Hijra Bank Pamer Fitur Hijra Box di Muslim Lifefair 2022Pameran Muslim Life Fair Yogyakarya di Jogja Expo Center (JEC) pada 3-5 Juni 2022 berhasil menyedot lebih dari 10 ribu pengunjung. Ajang Muslim Life Fair ini menjadi wahana liburan keluarga yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi pengunjung.
Berbagai acara menarik disuguhkan Ask TarraJr, seperti workshop
parenting, membuat kerajinan,
story telling dan aktivitas kreatif lainnya.
Area
kids town pun tidak kalah seru menawarkan berbagai aktivitas seperti melukis pot dari KaktusQulucu, belajar mengenal huruf hijaiyah dengan cara menyenangkan dari Hizia Kids dan berbagai pilihan permainan lainnya.
Di sektor kuliner, ada beberapa UMKM yang bisa dikunjungi seperti Tengkleng Hohah, Ayam Geprek dan Susu (Preksu), Bakso Pa’Jero, Sop & Sate Pak Bayu, Jogja Donut’s hingga kuliner ala Timur Tengah dari stand Kebuli Abu Taqo.
(est)