LANGIT7.ID, Jakarta - Jamu secara spesifik merujuk pada minuman herbal alami yang diminum untuk menjaga kesehatan, mencegah sakit, hingga mengobati penyakit.
Sebagian besar percaya bahwa seseorang diharuskan untuk meminum jamu setiap hari agar tetap sehat, akan tetapi jamu dinilai sebagai lebih dari sekadar penyembuhan.
Penulis buku Jamu Lifestyle, Metta Murdaya menyampaikan tradisi jamu menyatakan bahwa kesehatan yang prima paling baik dicapai, dan diperihara melalui pemenuhan kebutuhan seseorang secara menyeluruh.
"Ini termasuk hal-hal yang anda masukkan ke dalam diri anda, apa yang anda kenakan pada diri sendiri, bagaimana anda mendengarkan diri sendiri, dan bagaimana anda mencar dukungan dan memberi penghiburan melalui hubungan yang erat," katanya dikutip Senin (6/6/2022).
Baca juga: Popcorn Chicken ala Chef Devina Siap Temani Santap Siang AndaMetta memaparkan tiga pilar gaya hidup jamu untuk mengejar kebugaran dengan pola pikir gembira. pertama pencegahan, dan pemeliharaan atau bagaimana seseorang bisa terpikat pada kebiasaan yang menyenangkan. Di mana minum jamu bisa sama-sama menyenangkan dan menyembuhkan, hal tersebut disengaja sebab dalam tradisi jamu, kesenangan menjadi penting bagi kesehatan.
"Kedua yakni merangkul indera-indera kita untuk mampu meningkatkan kenikmatan melalui indera, kita membantu untuk meremajakan pikiran dan jiwa, mengurangi stres, dan meningkatkan kepuasan," ungkap Metta.
Menurutnya, saat minum dan menyiapkan jamu meluangkan waktu, menikmati pemandangan, aroma, dan rasa minuman ini menjadi hal yang harus dicoba. Ketiga, terhubung dengan komunitas sebagai perawatan diri sejati, dan mengapa perawatan diri menjadi sebuah kegiatan kelompok.
"Kami telah mengetahui selama berabad-abad aoa yang ditegaskan oleh penelitian ilmiah modern, di mana kehidupan sosial yang mendukung dan berkembaag sama pentingnya bagi kesehatan dengan pola makan dan olahraga yang tepat," ujarnya. Dengan demikian, itulah sebabnya pilar terakhir filosofi jamu menenkankan akan pentingnya partisipasi aktif dalam acara-acara komunal dan sosial.
Baca juga: Rokok Elektrik Lebih Sehat, Siapa Bilang? Ini Faktanya
Metta menambahkan bahwa dalam mempraktikan jamu dapat memberikan kepuasan, ketenangan, dan kebahagiaan lebih besar, hal tersebut menyebar dari pribadi ke masyarakat. Pribadi yang lebih bahagia dan sehat yang telah meluangkan waktu untuk mengalami kebahagiaan, dan hubungan membentuk komunitas yang lebih bahagia dan sehat.
(sof)