LANGIT7.ID - , Jakarta - Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma'ruf Amin mengatakan
Presidensi G20 Indonesia bisa dimanfaatkan untuk menawarkan ekonomi syariah sebagai solusi pemulihan ekonomi global.
Hal tersebut disampaikan Wapres
Ma'ruf Amin dalam sambutannya di acara Halalbihalal dan Silaturahmi Kerja Nasional Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) 2022, Jumat (10/6/2022).
Baca juga: KH Didin Hafidhuddin: Potensi Ekonomi Syariah Bisa Jadi Solusi Umat"G20 dapat dimanfaatkan untuk menawarkan
ekonomi syariah sebagai solusi pemulihan ekonomi global yang inklusif dan berkelanjutan," kata Ma'ruf Amin dalam keterangan yang dikutip Sabtu (11/6/2022).
Menurut Ma'ruf, pemulihan ekonomi global masih dibayangi berbagai risiko dengan kejadian-kejadian luar biasa, mulai dari krisis iklim hingga peperangan yang turut menimbulkan disrupsi pasokan pangan dan energi dunia, serta memicu laju inflasi dan mencapai rekor tertinggi di banyak negara.
Namun demikian, lanjut Wapres, Presidensi G20 yang saat ini dipegang Indonesia dapat dijadikan momentum pemulihan ekonomi global.
"Semua negara harus bahu membahu, sehingga tidak ada negara yang tertinggal. Hal tersebut sesuai dengan nilai-nilai Islam. Pulih satu pulih semua," tegasnya.
Kemudian, Forum G20 di masa Presidensi Indonesia 2022 juga dapat semakin memperkuat sinergi antar-ahli ekonomi Islam dalam rangka pemulihan
ekonomi nasional dan global.
Baca juga: Tujuan Ekonomi Syariah untuk Kemaslahatan Hidup ManusiaWapres mengatakan sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, Indonesia harus menunjukkan bahwa
ekonomi Islam adalah sebuah solusi bagi pemulihan ekonomi global yang berkeadilan, yang dapat menyentuh semua lapisan masyarakat.
Pekan ini digelar Pertemuan kelompok kerja infrastruktur G20 yang tergabung dalam Infrastructure Working Group (IWG) ketiga.
Pertemuan IWG yang digelar secara daring dan luring pada 9-10 Juni 2022 di Nusa Dua, Bali dihadiri langsung oleh beberapa delegasi negara anggota dan organisasi internasional termasuk
Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Hari pertama pertemuan ini membahas tiga agenda yaitu investasi infrastruktur berkelanjutan, inklusi sosial dan kesenjangan daerah serta infrastruktur transformatif pasca pandemi.
Baca juga: BPKH Gelar GIIF 2022, Perkuat Kerja Sama Ekonomi Syariah GlobalHari kedua pertemuan IWG membahas tiga agenda lainnya yaitu indikator Quality Infrastructure Investment (QII), infrastruktur digital dan InfraTech serta tata kelola GI Hub.
Khusus untuk indikator QII dan InfraTech diharapkan dapat segera difinalisasi dan mendapatkan endorsement di pertemuan tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) pada Juli 2022.
(est)