LANGIT7.ID, Semarang - Penyebab utama Komisaris PSIS Semarang Junianto memutuskan mundur dari PSIS Semarang akhirnya terungkap. Melalui unggahan Instagram putranya Fardhan Nandana, Junianto dan Fardhan sebelumnya menyatakan pamit dari PSIS, setelah tim menjalani laga uji coba pertama versus PSM Makassar.
Pada uji coba kedua kontra Arema FC, Junianto tidak hadir di Stadion Jatidiri. Belakangan diketahui, bahwa Junianto sudah mengundurkan diri sejak April lalu, dan menugaskan sosok Heri Sasongko, untuk mengawal saham 30% yang sudah terlanjur ditanamkan di PSIS Semarang. Pengunduran diri tersebut disampaikan melalui surat tertulis.
Pada Jumat (10/6/2022) lalu Junianto mengundang perwakilan dari suporter Panser Biru dan Snex, kemudian juga CEO PSIS Yoyok Sukawi dan juga Manajer Umum PSIS Wahyoe Winarto. Junianto ingin menyampaikan kepada suporter karena banyak mendapat pertanyaan melalui media sosial dan memintantanya untuk bertahan dengan tagar #
ebesstay.
Baca juga: PSIS Umumkan Sergio Alexandre Sebagai Pelatih Musim DepanDalam pertemuan tersebut, Yoyok Sukawi tidak bisa hadir karena sedang ada tugas, adapun dari manajemen PSIS diwakili oleh Wahyoe Winarto yang menyempatkan datang bersama dengan perwakilan suporter.
“Kita semua sayang @psisofficial, nanti pak ketua dan wakilnya baik @panserbiru 2021 dan @snex2005, juga PSIS fans di Semarang, Kudus, Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Purwodadi, Batang dan Indonesia,” tulis Junianto di Instagram pribadinya.
Dalam wawancara di kanal Youtube, dan baru saja diunggah Senin (13/6/2022), Junianto menjelaskan duduk perkaranya kenapa ia memutuskan untuk mundur dari PSIS Semarang. Hal ini tak lepas akibat PSIS keberatan untuk go public.
“Yang terpukul itu istri saya. ketika malam itu, kita tidak boleh IPO (initial public offering), ditunda. Istri saya nangis. Nangisnya, kok seperti ini ya yah?. Lha terus uang kita untuk membeli saham, dandani Charlie dan lain-lain ini bagaiamana,” kata Junianto menirukan istrinya.
“Tidak apa-apa Allah akan mengganti yang lain,” kata Junianto.
Diketahui Wahyu Agung Grup sudah merintis pembangunan lapangan untuk pemusatan latihan di Boja dan membangun gedung PSIS di Puspowarno. Wahyu Agung Group, memiliki 30% saham di PSIS. Awalnya, pengusaha asal Boja Kendal ini merupakan sponsorship. Namun, karena berniat ingin mengembangkan PSIS, akhirnya ikut membeli saham PSIS.
Meski sudah mundur dari jajaran direksi, Junianto sempat membuat acara perkenalan pemain baru PSIS musim depan, yakni setelah sukses mendatangkan Carlos Fortes dan Taisei Marukawa di Hotel F & B atau Sam Poo Kong Inn di Puspowarno Semarang Barat Kota Semarang.
Baca juga: PSIS Mulai Fokus Menatap Piala Presiden 2022Seperti diketahui, CEO PSIS Yoyok Sukawi, atau pemilik saham mayoritas, merupakan anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat. Sebelum melenggang ke senayan, pemilik nama asli Alamsyah Satyanegara Sukawijaya ini adalah anggota DPRD Jawa Tengah yang menjabat Ketua Komisi E.
Selain itu, Yoyok Sukawi juga belum lama ini terpilih sebagai Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah. Dan juga, salah satu Ketua Harian PSSI di bidang kompetisi.
(sof)