LANGIT7.ID, Jakarta - Bandar Udara Internasional Banyuwangi, Jawa Timur menjadi salah satu dari 20 daftar bangunan dengan arsitektur terbaik di dunia berdasarkan rilis dari The Aga Khan Award for Architcture (AKAA) 2022.
Aga Khan Award mengakui bangunan terbaik ini berdasarkan dari keunggulan arsitektur kontemporer, social housing, berkontribusi dalam pengembangan masyarakat, pelestarian sejarah, konservasi kawasan, desain lansekap, perbaikan lingkungan.
Selain itu, juga melihat pemanfaat sumber daya lokal, penggunaan teknologi secara inovatif, serta aspek lain seperti insinyur dan pengrajin.
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menyampaikan bahwa pengembangan sisi udara guna mendukung operasional pesawat sekelas Boeing 737-900 ER.
Baca juga: Mengenal Starlink, Satelit Besutan Elon Musk yang Masuk Indonesia"Dan Airbus A320 yang saat ini menjadi pesawat komersial rute jarak pendek dan menengah paing banyak digunakan maskapai di Indonesia atau bahkan di dunia," katanya dikutip Senin (13/6/2022).
AP II mengembangkan sisi udara yaitu penebalan runway, pelebaran dan perpanjangan runway menjadi 2.450 x 45 m dan perluasan apron (parkir pesawat) menjadi 16.200 meter persegi, serta pembangunan taxiway.
Pembangunan Bandara Banyuwangi sendiri diarsiteki oleh arsitek nasional Andra Matin, di mana terminal penumpang pesawat mengusung konsep green airport yang tidak mengandalkan pendingin udara namun tetap terasa nyaman bagi penumpang pesawat.
Baca juga: Indef: Platform Finansial Digital Didominasi Pinjol IlegalTerminal penumpang seluas 7.000 meter persegi dan berkapasitas 3 juta penumpang/tahun ini dibangun oleh Pemkab Banyuwangi dan mengadopsi konsep atap rumah Suku Osing masyarakat asli Banyuwangi. Keindahan arsitektur terminal penumpang ini kemudian menjadi salah satu landmark di Jawa Timur.
"Saat ini, di tengah periode pemulihan penerbangan dari dampak pandemi Covid-19, Bandara Banyuwangi melayani rute Jakarta - Banyuwangi yang dioperasikan oleh Citilink dan Batik Air, serta Sumenep - Banyuwangi oleh Susi Air," ujarnya.
Awaluddin berharap pemulihan penerbangan secara berkelanjutan berjalan lancar seiring dengan membaiknya penanganan pandemi, sehingga rute-rute lain akan kembali dibuka di Bandara Banyuwangi.
Bandara Banyuwangi sudah memiliki terminal penumpang dengan arsitektur yang luar biasa indah dan mendukung penerapan green airport. Menurut Awaluddin, AP II akan memperkuat penerapan green airport ini dan menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai bandara pertama di Indonesia yang mendapat sertifikasi Greenship Existing Building.
Baca juga: Kongres Halal MUI Akan Rumuskan Resolusi Halal Dunia"Guna memperkuat penerapan green airport ini, AP II memiliki program efisiensi dan konservasi energi melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai salah satu sumber energi di bandara ini," katanya.
Dia mengungkapkan bahwa program tersebut sudah berjalan, AP II didampingi Ditjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM berkolaborasi untuk mendorong pemanfaatan PLTS di bandara-bandara termasuk di Bandara Banyuwangi.
"Adapun dari evaluasi yang telah dilakukan, pemanfaatan PLTS di Bandara Banyuwangi dimungkinkan dilakukan di atas atap seluas 3.300 meter persegi dengan maksimal kapasitas on-grid sebesar 150 KWp (kilowatt peak)," ungkapnya.
Panel surya dalam sistem PLTS akan dipasang di atap gedung Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) dan gedung Main Power Station (MPS).
Baca juga: Alas Purwo jadi Lokasi World Surfing League Championship Tour 2022Implementasi PLTS ini juga sejalan dengan pengembangan Bandara Banyuwangi untuk selalu mengikuti tren global, di mana AP II akan mendorong seamless journey experience di melalui pemanfaatan mesin self check in, layanan dengan mobile apps, self baggage drop dan fasilitas lainnya seperti biometrik facial recognition untuk naik ke pesawat.
Penumpang pesawat atau traveler yang saat ini didominasi kalangan milenial lebih memilih penggunaan teknologi untuk memproses keberangkatan penerbangan dan merasakan seamless journey experience.
"Melalui pengembangan sisi darat yang mencakup terminal penumpang berarsitektur terbaik dunia, lalu pengembangan sisi udara mencakup runway, apron, taxiway, serta pengembangan infrastruktur teknologi dan energi baru, terbarukan," katanya.
Lebih lanjut Awaluddin menambahkan bahwa Bandara Banyuwangi akan menjadi pilot project pengembangan bandara modern untuk mendukung wisata.
"Traveler yang melalui bandara ini akan merasakan aura berlibur yang sangat kental, bebas ribet, bebas stress dan bebas hambatan," tuturnya.
(sof)