LANGIT7.ID - , Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah memberikan Hak Labuh kepada PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) untuk penyelenggaraan jaringan tertutup Starlink, satelit
Elon Musk.
Lantas apa itu satelit Starlink?
Melansir dari situs resmi Starlink, Senin (13/6/2022)
Starlink merupakan konstelasi satelit internet yang dioperasikan oleh SpaceX untuk menyediakan sistem komunikasi internet berbasis satelit ke berbagai wilayah di Bumi.
Baca juga: Elon Musk Kirim Satelit Starlink untuk Layani Internet UkrainaSebagian besar layanan internet Starlink saat ini berasal dari satelit geostasioner tunggal yang mengorbit Bumi sekitar 35.000 km. Satelit ini beroperasi di orbit rendah Bumi atau dikenal dengan
Low Earth Orbit (LEO).
Oleh sebab itu, Starlink jadi solusi
broadband di pedesaan atau daerah yang tidak ada akses internet karena ketiadaan fiber optik atau
base transceiver station (BTS) di wilayah tersebut.
Internet Starlink bekerja dengan mengirimkan informasi melalui ruang hampa udara yang bergerak jauh lebih cepat daripada kabel serat optik dan bisa menjangkau lebih banyak tempat.
Satelit Starlink secara otonom bermanuver untuk menghindari tabrakan dengan puing-puing orbit dan pesawat ruang angkasa lainnya. Kemampuan ini dapat memberikan layanan internet melebihi standar industri dengan urutan besarnya
Memiliki kecepatan tinggi dan latensi rendah, yakni 20 ms, Starlink memungkinkan untuk mendukung panggilan video, game online, streaming, dan aktivitas kecepatan data tinggi lainnya yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan dengan satelit internet lainnya.
Baca juga: Elon Musk Rencanakan Kerja Sama dengan Indonesia Lewat SpaceX dan TeslaJaringan konstelasi Starlink berada dalam tiga ketinggian orbit berbeda. Pertama, orbit di ketinggian 550 km di atas permukaan Bumi. Kedua, mengisi orbit setinggi 340 km, dan ketiga di atas ketinggian 1.200 km.
Sebagai informasi, dalam sekali peluncuran SpaceX mengirimkan puluhan hingga ratusan Starlink ke ruang angkasa. Saking menjamurnya Starlink di orbit, tak sedikit di beberapa belahan dunia yang menyaksikan bintik-bintik cahaya menghiasi angkasa pada malam hari.
(est)