LANGIT7.ID, Jakarta - Jaringan internet di Ukraina sempat dilaporkan tumbang akibat aksi invasi dari militer Rusia, sejak Kamis (24/2). Hal tersebut dilaporkan oleh, Mykhailo Fedorov, Wakil Perdana Menteri di Kementerian Transformasi Digital Ukraina .
Melansir dari CNet, Selasa (1/3/2022) melalui akun Twitternya, @FedorovMykhailo, Fedorov meminta bantuan internet ke Elon Musk untuk menyediakan Starlink sebagai layanan internet alternatif di Ukraina.
"Saat Anda (Elon Musk) mencoba menjajah Mars, Rusia mencoba menduduki Ukraina! Roket Anda berhasil mendarat dari luar angkasa, roket Rusia menyerang warga sipil Ukraina! Kami meminta Anda untuk menyediakan stasiun Starlink ke Ukraina," tutur Fedorov.
Baca juga: Umat Islam India Gelar Doa Perdamaian Perang Rusia-UkrainaKurang dari 10 jam sejak laporan tersebut pada (26/2), Musk lantas mengabulkan permintaan Fedorov. "Layanan Starlink sekarang aktif di Ukraina," twit Musk.
Lebih lanjut Musk mengatakan, Starlink akan membawa banyak terminal (satelit) internet Starlink di Ukraina. "Layanan Starlink sekarang aktif di Ukraina. Lebih banyak terminal dalam perjalanan," tutur Musk.
Kehadiran internet Starlink di Ukraina tersebut disambut gembira oleh Fedorov. "Terminal Starlink hadir di Ukraina! Terima kasih @elonmusk, terima kasih semuanya, yang mendukung Ukraina!" ucapnya.
Baca juga: Penerbangan Komersil Tersedia, Warga AS Didesak Tinggalkan RusiaKecepatan Internet Starlink di UkrainaWilayah yang dipastikan sudah menikmati layanan internet Starlink adalah Kyiv (Kiev), ibu kota Ukraina. Hal ini dilaporkan oleh salah satu pengguna Twitter, @olegkutlov yang berbasis di Kyiv.
Dalam cuitannya, Kutlov mengatakan, hasil kecepatan unduh dari internet Starlink mencapai 136,76 Mbps dan kecepatan unggah 23.93 Mpbs dengan latency 77ms. Selain itu, kecepatan tertinggi dari internet Starlink sempat mencapai 200 Mbps.
(sof)