LANGIT7.ID-, - Seorang pria asli India didakwa melakukan
penyerangan dan membahayakan
keselamatan penumpang setelah mengancam akan mengebom pesawat easyJet.
Abhay Devdas Nayak (41) berteriak "Allah Akbar" saat
meneror penumpang hingga pesawat terpaksa mendarat darurat di Glasgow pada pukul 8.20 pagi waktu setempat.
Pria yang tinggal di Luton itu hadir di Pengadilan Sheriff Paisley, pada Senin (28/7/2025).
Baca juga: Teror Anti Islam di Sekolah dan Masjid London, Polisi Janji Atasi SegeraPada sidang petisi tersebut, Nayak didakwa melakukan penyerangan dan membahayakan keselamatan pesawat dalam proses yang khidmat.
"Prosedur khidmat" adalah proses hukum yang digunakan di Skotlandia untuk menuntut pelanggaran
pidana berat.
Di tengah penerbangan dari Luton ke Glasgow yang berangkat sekitar pukul 7 pagi, para penumpang dibuat ketakutan saat Nayak keluar dari toilet dan mengacungkan tinjunya.
Sambil berteriak, Nayak mengatakan akan meledakkan pesawat tersebut. Ia pun berulang kali meneriakkan
takbir.
"Saya akan mengebom pesawat ini! Matilah Amerika! Matilah Trump! Allahu Akbar"," teriak Nayak yang juga mendorong dan bersikap agresif pada
pramugari.
Seorang penumpang pria di baris 21 kemudian bangkit dari kursi dan mencengkeram Nayak. Ia melempar Nayak ke lantai pesawat, menjegal, dan menjepitnya.
Baca juga: Pelaku Ditangkap, Serangan Mobil di Kanada Dipastikan Bukan Aksi TerorismeDua pria lain ikut membantu menahan Nayak. Mereka menggeledah saku pria itu sementara kru pesawat memeriksa tasnya.
Seorang saksi mata mengatakan kepada The Sun bahwa mereka mengeluarkan dompet pria itu dari sakunya.
"Ia tampak seperti warga negara India yang membawa kartu status pengungsi," kata saksi mata tersebut.
Mereka bertanya mengapa ia mengancam akan mengebom pesawat.
"Karena saya ingin mengirim pesan kepada Trump." sahut Nayak.
Akibat insiden tersebut, pesawat mendarat di sudut terpencil di Bandara Glasgow.
easyJet mengatakan awak pesawat mereka dilatih untuk menilai semua situasi dan bertindak cepat dan tepat untuk memastikan keselamatan penerbangan dan penumpang lain tidak terancam setiap saat.
Baca juga: Teror di Tehran! Israel Lancarkan Serangan Telak ke IranPetugas kepolisian yang datang langsung memborgol dan mengawal pria India tersebut.
Sidang pertama Nayak digelar secara tertutup di hadapan seorang sheriff. Ia tidak mengajukan pembelaan apa pun.
Nayak akan kembali hadir pada 5 Agustus untuk menghadapi hukuman penuh.
Ancaman bom terjadi saat Presiden AS Donald Trump sedang dalam perjalanan pribadi ke Skotlandia untuk bermain golf di resor miliknya. (Times of India/es).
(est)