LANGIT7.ID, Jakarta - Tidak sedikit orang yang merasakan kecemasan dalam penerbangan mereka ketika naik
pesawat. Bahkan, hal itu masih sering dialami oleh orang yang sering naik pesawat.
Dalam istilah medis, hal itu disebut sebagai klaustrofobia. Klaustrofobia adalah
kecemasan yang dialami seseorang ketika berada pada ruang tertutup, salah satunya seperti kabin pesawat.
Bagi Sahabat
Langit7 yang juga mengalami klaustrofobia, sejatinya tak perlu khawatir. Pasalnya, para ahli sudah membagikan beberapa tips untuk membantu mengurangi rasa panik, stres, ataupun rasa ketakutan naik pesawat.
Baca Juga: Kenapa Maskapai Batasi Kapasitas Barang Bawaan? Ini AlasannyaBerikut ini saran para ahli untuk mengatasi klaustrofobia:1. Ikuti Petunjuk Awak Pesawat Pelancong Johnny Jet mengungkapkan, berada di dalam kabin pesawat bisa menjadi hal buruk dan mendorong datangnya serangan panik bagi orang klaustrofobia.
Namun, ada solusi untuk mengatasi hal itu. Salah satunya yakni mengikuti setiap arahan petunjuk awak pesawat dan cobalah untuk berinteraksi dengan mereka untuk mendapatkan ketenangan.
"Bicaralah dengan awak pesawat, ikuti arahan mereka, dan cobalah membaca buku," saran Johnny, dilansir dari
Huffpost, Selasa (28/2/2023).
Jenis aktivitas ini dikenal sebagai terapi pemaparan. Hal tersebut diklaim dapat membantu otak beradaptasi dengan situasi dari waktu ke waktu dan menghilangkan rasa takut dan ketidakpastian saat terbang.
2. Pilih Kursi Tips lain untuk mengatasi kecemasan yang ditimbulkan dari klaustrofobia adalah dengan memilih kursi atau tempat duduk di pesawat.
Klaustrofobia muncul ketika seseorang berada di dalam ruangan tertutup dan sempit. Maka solusi untuk masalah ini adalah dengan memilih kursi di bagian lorong atau gang.
Seseorang dengan klaustrofobia tidak pernah dianjurkan untuk memilih kursi di bagian dekat jendela. Pasalnya, hal itu akan memperburuk klaustrofobia mereka.
Psikoterapis, Susan Zinn mengatakan, salah satu strategi yang membantu mengatasi rasa panik bagi orang klaustrofobia adalah dengan hati-hati memilih tempat duduk yang bisa membuatnya merasa nyaman.
"Saya pun selalu duduk di kursi lorong luar untuk memastikan saya selalu bisa bangun, dibandingkan terjebak karena duduk di dekat jendela," ucap Susan.
"Akses cepat ke kamar mandi, di mana Anda dapat memercikkan air dingin ke wajah Anda untuk "mengejutkan sistem Anda" saat Anda merasa panik adalah alat lain yang membantu," ujarnya.
Baca Juga: Kejar 1,4 Miliar Turis, Sandiaga Upayakan Tiket Pesawat Murah Merata3. Permen AsamSusan juga menyarankan orang dengan klaustrofobia untuk makan permen asam selama penerbangan mereka. Hal itu akan membuat otak tersadar dan terjaga dari ketakutan atau khayalan.
"Rasa permen asam dapat membantu orang lebih fokus dan tersadar dari hal yang ditakutkannya," tuturnya.
4. Pahami TurbulensiSeorang pensiunan pilot yang berbasis di New York, Adam Banks menyebutkan, turbulensi adalah salah satu bagian dalam penerbangan yang paling membuat penumpang gelisah.
"Memahami apa itu turbulensi mungkin membantu orang-orang untuk melihatnya sebagai lebih normal, dan bukan sebagai tanda malapetaka yang akan datang," kata Adam.
Turbulensi hanyalah angin yang bergeser dan akan terjadi ketika pesawat terbentur awan yang menggembung. Pesawat dirancang untuk menangani gundukan awan ini.
5. Ketahui Fakta tentang PesawatSusan menuturkan, statistik atau data tentang risiko kematian tahunan dalam pesawat sangat kecil, yaitu hanya satu dari 11 juta.
Itu artinya risiko kematian ketika naik pesawat terbang sangatlah kecil. Bahkan, risiko kematian masih lebih besar ketika terkena sengatan matahari, sengatan lebah, atau diserang anjing.
"Bagi saya, menghadapi klaustrofobia memang menjadi perjuangan. Namun, ada banyak tips yang bisa dilakukan untuk mengatasinya," tambahnya.
Baca Juga:
Kenapa Sandaran Kursi Pesawat Harus Tegak saat Take Off dan Landing?
5 Maskapai Dalam Negeri yang Bolehkan Pramugari Berjilbab(gar)