LANGIT7.ID-, Jakarta- - Apa yang seharusnya menjadi perjalanan promosi wisata berubah menjadi momen mendebarkan bagi sekelompok diplomat internasional. Ledakan dahsyat menggetarkan konvoi kendaraan yang membawa para diplomat, termasuk perwakilan Indonesia, saat melintasi jalanan berbukit Distrik Swat.
Insiden ini terjadi ketika rombongan diplomat sedang dalam perjalanan menuju Malam Jabba, sebuah stasiun perbukitan dan resor ski terkenal di kawasan tersebut. Mereka baru saja menghadiri Tourism Summit yang diselenggarakan atas undangan Kamar Dagang Pakistan.
Kepala Kepolisian Distrik Swat, Zahidullah Khan, mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menggunakan bom pinggir jalan. "Rombongan konvoi tersebut terkena bom pinggir jalan," ujarnya kepada media.
Jatmiko Heru Prasetyo, Direktur Asia Selatan dan Tengah Kementerian Luar Negeri Indonesia, membenarkan terjadinya insiden tersebut. "Benar terdapat serangan bom," katanya, sambil menegaskan bahwa seluruh diplomat asing, termasuk perwakilan Indonesia, selamat dari serangan tersebut.
Meski para diplomat berhasil lolos, serangan ini menewaskan satu polisi dan melukai empat petugas lainnya. KBRI Islamabad telah mengkonfirmasi bahwa diplomat Indonesia telah kembali ke ibu kota dengan "aman dan selamat."
Rombongan diplomatik yang menjadi target serangan terdiri dari perwakilan berbagai negara, termasuk Rusia, Bosnia dan Herzegovina, Vietnam, Ethiopia, Rwanda, Zimbabwe, Indonesia, Uzbekistan, Turkmenistan, Kazakhstan, dan Portugal.
Serangan ini merupakan pukulan telak bagi upaya Pakistan mempromosikan Lembah Swat sebagai destinasi wisata potensial. Sementara itu, pihak berwenang masih menyelidiki motif di balik serangan ini. Hingga kini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Peristiwa ini menyoroti dilema antara upaya pengembangan pariwisata dan tantangan keamanan di wilayah perbatasan Pakistan. Para diplomat yang selamat kini menjadi saksi betapa kompleksnya situasi keamanan di kawasan yang indah namun rawan konflik ini.
(lam)