LANGIT7.ID, Jakarta - Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas)
Baitulmaal Muamalat (BMM) tak henti-henti menebar manfaat hingga ke pelosok negeri. BMM merupakan lembaga pengelola zakat yang didirikan sejak 2000. Lembaga ini merupakan bagian dari Bank Muamalat untuk menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
Lembaga yang berpusat di Matraman, Jakarta Timur ini sudah satu dekade lebih menebar manfaat ke masyarakat Indonesia. Tak hanya mengurai kemiskinan di area-area kemiskinan di kota metropolitan, tapi, lembaga ini juga fokus memberdayakan umat di pelosok negeri.
Fundraising Division Head BMM, Betsy E. Jiesral, menyebut ada beberapa program unggulan
BMM yang sudah dirasakan langsung masyarakat pelosok. Dia mencontohkan program Kurban Prioritas untuk daerah termiskin, terluar, terdampak bencana, dan minoritas muslim di Indonesia.
Baca Juga: Baitulmaal Muamalat Targetkan Penerima Zakat Naik Status
"Program kurban kita, ada rendang kaleng, tahan 2 tahun. Keunggulan, ini bisa disebar ke pelosok, karena banyak daerah pelosok yang bisa makan daging pas Idul Adha," kata Betsy saat berkunjung ke Kantor LANGIT7.ID di Slipi, Jakarta Selatan, Selasa (14/6/2022).
Di Sulawesi Selatan, kata dia, banyak masyarakat pelosok yang memanfaatkan daging kurban untuk membuat coto Makassar. Suasana seperti itu membawa kebahagiaan tersendiri bagi pengurus BMM.
Di ranah pendidikan,
BMM aktif memberikan beasiswa kepada pelajar Indonesia, termasuk para santri di pondok pesantren. Beasiswa itu tak hanya diberikan begitu saja. Namun, usai menyelesaikan pendidikan, penerima beasiswa diminta kembali ke daerah masing-masing untuk membina umat.
"Kita di pendidikan, secara porsi dana cukup besar," kata Betsy.
Baca Juga: Potensi Zakat Rp300 Triliun Lebih, tapi Realisasi Perolehannya Masih Minim
BMM juga mengembangkan zakat produktif dan wakaf produktif. Betsy mencontohkan pemberian dana kepada para petani dan pelaku UMKM. Dana tersebut sangat bermanfaat karena mengandung nilai produktivitas yang terus bergulir.
"Manfaatnya bisa digulirkan ke beberapa model yang sedang dikembangkan, misal pengembangan sentra UMKM dan dana untuk petani," tuturnya.
Tak sampai di situ,
BMM juga mengadakan ambulans untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat pelosok negeri. Dia mencontohkan support kesehatan di salah satu pelosok daerah di Kalimantan.
Kalimantan terkenal dengan hutan lebat yang dikelilingi banyak sungai. Pengadaan jalan umum pun belum merata. Sehingga, banyak masyarakat pelosok yang memanfaatkan aliran sungai sebagai transportasi.
Baca Juga: Baitulmaal Muamalat Targetkan Penerima Zakat Naik Status
Maka itu, BMM di mengadakan Ambulans Terapung di daerah tersebut. Ambulans tersebut sudah dilengkapi dengan peralatan medis layaknya Ambulans mobil. Kemudian, petugas medis dari puskesmas setempat pun sudah siap-siaga setiap saat.
"Secara manfaat, sangat luar biasa, lewat mobilitas kendaraan sungai," kata Betsy.
Dalam kesempatan itu, BMM bersama LANGIT7.ID juga menandatangani kerja sama untuk berkolaborasi dalam beberapa hal, dan yang terdekat adalah kurban.
(jqf)