LANGIT7.ID, Jakarta -
Jemaah haji tetap membutuhkan uang saku saat menjalani ritual
haji di Tanah Suci. Dana yang ada ini jangan hanya habis untuk kebutuhan belanja dan kuliner.
Badan Penyelenggara Keuangan Haji (BPKH) memberikan uang saku sebesar 1.500 riyal atau Rp5,8 juta. Selain mengoptimalkan uang saku itu, jemaah juga dianjurkan untuk memegang uang sendiri.
Selama berada di Mekkah, Madinah dan Jeddah, jemaah haji Indonesia terkenal kerap berbelanja dan memborong jajanan. Tidak sedikit juga yang menghabiskan uang dari BPKH untuk sekadar oleh-oleh.
Padahal ada beberapa hal yang membutuhkan uang selama berada di Tanah Suci, di antaranya sedekah dan antisipasi membayar dam atau denda lantaran ritual ibadah yang tak sesuai syariat.
Baca Juga: Terharu Pertama Lihat Kakbah, Tangis Jemaah Haji asal Pati PecahBerikut adalah hal yang sering dibelanjakan jemaah haji dengan menggunakan uangnya di Tanah Suci.
1. Oleh-olehBelanja oleh-oleh merupakan kebiasaan para jemaah Indonesia. Jemaah diimbau untuk membeli oleh-oleh di dekat Masjid Nabawi agar tidak menyita waktu.
Biasanya, toko oleh-oleh di sana telah membandrol harga dengan label "Everything 2 Riyal" atau "Everything 5 Riyal". Oleh-oleh ini biasanya berbentuk souvenir seperti tasbih, sajadah, mainan anak, kosmetik, parfum, celak, dan sebagainya.
Adapun untuk oleh-oleh seperti pakaian muslim bisa dibeli ketika sampai di Indonesia. Selain tidak memenuhi koper jemaah, juga tersedia banyak sekali pilihan di toko oleh-oleh haji Indonesia, seperti Tanah Abang.
2. Jajanan atau KulinerJajanan atau kuliner ini bisa dimanfaatkan jemaah Indonesia, baik untuk dikonsumsi sendiri ataupun dijadikan sebagai oleh-oleh. Adapun kuliner di Arab Saudi yang bisa jemaah Indonesia cicipi, seperti teh susu, kebab, dan lainnya.
Sementara untuk oleh-oleh, umumnya jemaah memburu kurma, kacang arab, dan kismis sebagai oleh-oleh. Jemaah bisa membeli kurma ajwa atau kurma Nabi yang biasanya dibanderol dengan harga 100 riyal per kilogram.
3. Biaya TelekomunikasiWalaupun jemaah bisa menggunakan provider Indonesia saat di Tanah Suci, tapi disarankan untuk menggunakan provider lokal Arab Saudi. Hal ini dilakukan mengingat provider lokal yang lebih murah.
Jemaah juga bisa mengakali biaya telekomunikasi ini agar lebih hemat. Dengan membatasi komunikasi untuk hal yang penting saja.
4. SedekahKebutuhan lain saat di Tanah Haram adalah sedekah. Tentu sedekah akan sangat bermanfaat bagi jemaah, terutama bagi mereka yang ingin melipatgandakan pahalanya di Tanah Suci.
Sedekah di Tanah Suci bisa dilakukan dengan membeli makanan kemudian membagikannya kepada fakir miskin atau bisa diberikan kepada jemaah lainnya.
5. Bayar DamUang ketika beribadah haji juga bisa sangat berguna ketika jemaah harus membayar dam. Jadi pastikan uang tersebut cukup untuk membayar dam.
Di sinilah letak pentingnya dana cadangan. Jemaah juga bisa menghemat belanja oleh-oleh demi kebutuhan lainnya selama beribadah di Tanah Suci.
Lebih lanjut, jemaah juga perlu ingat bahwa tujuan utama di Tanah Suci, yakni menjadi haji mabrur. Jadi, jangan hanya memikirkan belanja oleh-oleh, tapi juga mengikuti rangkaian ibadah di sana dengan khusyuk.
(bal)