Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

3 Fokus BI Hadapi Inflasi, Keuangan Syariah Jadi Solusi

mahmuda attar hussein Kamis, 16 Juni 2022 - 15:00 WIB
3 Fokus BI Hadapi Inflasi, Keuangan Syariah Jadi Solusi
Ilustrasi keuangan syariah untuk menghadapi inflasi global. (Foto: iStock).
LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 3 fokus Bank Indonesia menghadapi inflasi global saat ini. Kondisi tersebut harus disiasati secara matang, salah satunya dengan menerapkan keuangan syariah.

Indonesia sebagai mayoritas muslim memang perlu sistem manajemen keuangan syariah. Metode ini pun diyakini Pemerintah, termasuk Bank Indonesia (BI) untuk mengatasi inflasi.

Berikut 3 fokus utama BI dalam menghadapi inflasi global:

Baca Juga: Indef Sebut Inflasi Tinggi akibat Perang Rusia-Ukraina

1. Outlook economy

Secara keseluruhan outlook economy Indonesia dapat dikatakan positif. Hal ini dilihat dari pergerakan pada tahun ini yang diperkirakan meningkat kisaran 4,5-5,3 persen, sedangkan tahun depan 4,7-5,5 persen.

"Dengan demikian Indonesia kembali pada pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Dukungannya tidak hanya dari domestik di mana mobilitas meningkat, tapi juga dari ekspor, investasi, dan stimulus dari fiskal dan moneter," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam Seminar Mengelola Inflasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi, di Novotel Bali Nusa Dua, Rabu (15/6/2022).

Lebih lanjut, kondisi ini juga didukung dengan sektor eksternal yang juga positif, keseluruhan neraca pembayaran surplus, dan neraca devisa tinggi.

Di sisi lain, perbankan juga menunjukkan hal positif dan kuat. Sehingga dapat dipastikan kondisi ekonomi Indonesia tahun ini dan tahun depan cukup baik.

"Jadi untuk jangka panjang kita targetkan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, demi menuju Indonesia maju," katanya.

2. Dampak kondisi global terhadap inflasi

Adapun dari pengamatan BI, kenaikan suku bunga bank central Amerika diperkirakan naik tahuh ini 250 basis point menjadi 2,75 persen. Untuk tahun depan meningkat kembali 50 basis point menjadi 3,25 persen.

"Risiko global kedua yakni harga energi dan pangan global tinggi yang kemudian berdampak terhadap inflasi dari berbagai negara," ujarnya.

Namun, dampak kenaikan harga energi dan komoditas dunia terhadap inflasi dalam negeri berbeda dengan negara lain. Indonesia sangat beruntung karena koordinasi antara pemerintah, fiskal, dan moneternya sangat kuat.

"Menyikapi harga energi dan pangan, pemerintah telah mendapatkan persetujuan DPR untuk menaikkan subsidi premium, diesel, listrik, dan berbagai subsidi LPG, serta meningkatkan bantuan sosial," katanya.

Artinya, lanjut dia, dampak dari kenaikan harga energi dan komoditas global terhadap inflasi dalam negeri masih dapat dikendalikan.

3. Respon Indonesia

Respon kebijakan, koordinasi fiskal dan moneter menjadi sangat penting. BI sendiri memiliki 5 instrumen, salah satunya kebijakan moneter yang diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Sementara empat instrumen lainnya yakni macro prudential, sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, dan juga UMKM ekonomi dan keuangan syariah.

"Keempatnya ini untuk pro growth atau mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Adapun perbedaan dampak inflasi dalam negeri dan negara lain adalah BI tidak harus terpaksa menaikkan suku bunga. Sebab, pihaknya telah melakukan normalisasi melalui likuiditas, salah satunya menaikkan giro wajib minimum.

"Giro wajib minimum kita naikkan menjadi 6 persen di bulan Juni, 7 persen di bulan Juli, dan 9 persen di bulan September. Tanpa mengganggu kemampuan perbankan menyalurkan kredit dan pembiayaan SBN," katanya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)