LANGIT7.ID - Ada banyak tokoh-tokoh muslimah yang memiliki kontribusi besar dalam sejarah peradaban Islam. Namun, nama mereka kurang dikenal. Bahkan, nama-nama itu kerap terabaikan dalam daftar ‘Muslim berpengaruh dalam sejarah’.
Hassam Munir dalam artikelnya di laman muslimmatters.org, mengabadikan beberapa tokoh muslimah yang memiliki pengaruh besar. Terkhusus tokoh muslimah yang memiliki Peran dalam bidang pendidikan.
Nah, berikut ini 7 tokoh muslimah yang jarang diketahui:
1. Fatima al-Fihriyyah
![Jarang Dikenal, Ini 7 Muslimah Hebat dari Masa ke Masa]()
Fatima al-Fihriyyah merupakan saudagar kaya raya. Namun, dia tidak hidup bermewah-mewahan. Dia menggunakan kekayaannya untuk mendirikan Masjid al-Qarawiyyin di Fez (Maroko) pada pertengahan abad ke-9. Masjid ini menjadi cikal-bakal pendirian universitas pertama di dunia.
Masjid tersebut memiliki pengaruh besar dalam perkembangan sejarah intelektual muslim. Masjid yang bertransformasi menjadi universitas melahirkan banyak sarjana besar seperti Ibnu Khaldun.
2. Lubna dari Cordoba
![Jarang Dikenal, Ini 7 Muslimah Hebat dari Masa ke Masa]()
Lubna dari Cordoba adalah seorang intelektual, matematikawan, dan penyair Andalusia pada paruh abad ke-10. Dia penulis hebat dan unggul di bidang sains. Dia lahir dalam perbudakan dan dibesarkan di dalam istana Madinat al-Zahra.
Dia memimpin perpustakaan terbesar pada masanya dan mengelola sekitar 500.000 buku. Meski sempat diperbudak, namun dia bisa mengatasi itu dan menempati posisi tertinggi di pohon intelektual peradaban Islam.
Baca Juga: Mengenal Aktivis Muslimah dari Berbagai Negara, Berjuang Lawan KetidakadilanIbnu Basykawal menggambarkan sosok Lubna, “Dia unggul dalam menulis, tata bahasa, dan puisi. Pengetahuannya tentang matematika juga sangat besar dan dia juga mahir dalam ilmu-ilmu lain. Tidak ada seorang pun di istana Umayyah yang sehebat dia."
3. Nana Asma’u ![Jarang Dikenal, Ini 7 Muslimah Hebat dari Masa ke Masa]()
Nana Asma’u terkenal sebagai sosok muslimah dari Afrika yang memiliki banyak keterampilan. Dia juga memiliki segudang prestasi saat mengabdi pada Kekhalafahan Sokoto, Nigeria Utara yang didirikan ayahnya, Shehu Usman dan Fodio.
Dia mendirikan sekolah di seluruh kekaisaran yang dikenal dengan nama yan-taru (mereka yang berkumpul). Seluruh guru perempuan di sekolah itu dia latih secara khusus, hingga kualitas mereka sangat Diakui dengan diizinkan mengenakan hiasan Kepala Merah.
Asma’u juga menciptakan kurikulum sendiri. Banyak sekolah di Nigeria saat ini dinamai namanya. Dia dikenang sebagai Uwar Gari (Ibu dari semua). Yan-taru kemudian menyebar ke Amerika Serikat, dan masih aktif sampai saat ini.
4. Zuhra AkchurinaPada 1883, Zuhra Akchurina, seorang Muslim Tatar Krimea dari Kekaisaran Rusia, bekerja dengan suaminya, pendidik Ismail Gasprinski, untuk mendirikan Terćuman, salah satu surat kabar pertama yang berfokus pada suara dan masalah muslimah. Dia memperjuangkan pendidikan untuk anak muslimah.
Dia meninggal pada 1903, namun, koran itu terbit tepat sebelum Perang Dunia I dan membuka jalan bagi aktivis lain yang menyuarakan pendidikan perempuan.
5. Hilwie HamdonPada 1938, Hilwie Hamdon, seorang wanita muda Lebanon-Kanada, memimpin upaya untuk mendirikan masjid pertama di Kanada, Masjid Al-Rashid di Edmonton.
Dia menikah dengan Ali Hamdon yang berimigrasi ke Kanada pada 1901, dan menetap di Fort Chipewyan, Alberta. Di situ, Ali Hamdon telah mendirikan bisnis perdagangan bulu yang sukses.
Pada 1931, ada hampir 700 Muslim yang tinggal di Kanada. Banyak yang berasal dari wilayah Suriah dan Lebanon. Mereka mengalami pergolakan setelah jatuhnya kekaisaran Ottoman.
Saat itu, hanya ada satu masjid di seluruh Amerika Utara, didirikan pada 1929 di Ross, North Dakota. Pada awal 30-an, komunitas Muslim di Edmonton mulai membahas pembangunan masjid.
Hamdon mendekati walikota untuk meminta kota menyediakan tanah untuk masjid yang diusulkan, dan meyakinkannya bahwa komunitas muslim akan dapat menemukan dana untuk menyelesaikan proyek tersebut.
Dia kemudian memimpin upaya untuk mengumpulkan dana, bekerja dengan sekelompok wanita untuk mengumpulkan sumbangan dari komunitas Muslim di Edmonton, Alberta dan Saskatchewan.
Mereka juga mengumpulkan dana dan mengumpulkan dukungan dari orang-orang dari agama lain, dan dari komunitas bisnis di pusat kota Edmonton. Mereka mengumpulkan $5.000 yang dibutuhkan untuk membangun masjid, dan pada tahun 1938, masjid Al-Rashid, yang pertama dibangun di Kanada, dibuka.
6. Mariam Ijliya al-Asturlabi
![Jarang Dikenal, Ini 7 Muslimah Hebat dari Masa ke Masa]()
Mariam Ijliya al-Asturlabi terampil merancang, membuat, dan menggunakan astrolab, alat yang digunakan untuk berbagai tujuan, seperti astronomi dan navigasi. Dia tumbuh di istana penguasa Dinasti Hamdanid di Aleppo, Sayf ad-Dawla, pada pertengahan 900-an, bersama tokoh-tokoh penting lainnya seperti penyair, al-Mutanabbi.
Penemu astrolab itu merupakan ilmuwan muslimah kelahiran Suriah pada abad ke-10. Dia dikenal sebagai satu-satunya astronom wanita dalam Islam kuno. Astrolab adalah alat kuno yang digunakan untuk mengukur waktu dan posisi matahari dan bintang.
Baca Juga: 6 Pebisnis Muslimah Paling Berpengaruh di Timur Tengah
Dia dikenal karena kecerdasan akademisnya dan pikirannya yang fokus meletakkan dasar untuk mengelola transportasi dan komunikasi menggunakan astrolab. Kecenderungan mengembangkan astrolab terinspirasi oleh sang ayah, yang dikenal sebagai Al-Ijliyy al-Asturlabi yang magang di pembuat astrolab di Baghdad.
7. Bija MunajjimaBija Munajjima (lahir akhir abad ke-15 di Herat). Dia dikenal karena cerdas dalam bidang matematika dan sains, penguasaan dalam memproduksi almanak. Dia seorang mistikus terkenal, astronom, penyair, matematikawan, dan filantropi muslimah.
Bija juga dikenal karena kemampuannya untuk menghitung kalender yang membutuhkan keahlian dalam perhitungan matematika tingkat lanjut. Dia juga mendirikan pemandian umum, sekolah, dan masjid.
(jqf)