Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Tantangan BMM Tebar Al-Qur'an Braille untuk Tunanetra ke Pelosok Negeri

Muhajirin Sabtu, 18 Juni 2022 - 16:45 WIB
Tantangan BMM Tebar Al-Qur'an Braille untuk Tunanetra ke Pelosok Negeri
Para penyandang tunanetra menerima Al-Quran Braille dari Baitulmaal Muamalat (BMM) (foto: BMM)
LANGIT7.ID, Jakarta - Tebar Al-Qur'an Braille menjadi salah satu program unggulan Baitulmaal Muamalat (BMM) di pelosok negeri. Tantangannya, banyak penyandang tunanetra yang terkendala dalam membaca Al-Qur'an Braille.

Padahal, para tunanetra juga turut memiliki kesempatan yang sama dalam menuntut ilmu, khususnya mempelajari dan mengajarkan Al-Qur'an. Program tersebut diharapkan menjembatani para tunanetra bisa semakin dekat dengan Al-Qur'an.

"Banyak orang tunanetra yang ingin membaca Al-Qur'an, bukan hanya Al-Qur'an Braille, tapi juga pendamping," kata Pengurus Baitulmaal Muamalat (BMM), Betsy E. Jiesral, kepada LANGIT7.ID.

Para pendamping itu bertugas membimbing para tunanetra membaca Al-Qur'an hingga bisa. BMM menjadi fasilitator agar program tersebut bisa berjalan lancar. Namun, bukan berarti tak ada tantangan.

Baca Juga: BMM Fokus Tebar Manfaat hingga ke Pelosok Negeri

Betsy menuturkan, BMM biasanya menyalurkan Al-Qur'an Braille di masjid-masjid yang ada di pelosok. Kendala muncul dari situ. Sebab, bukan perkara mudah bagi seorang tunanetra melakukan perjalanan ke masjid tersebut untuk belajar ke pendamping yang telah ditunjuk.

"Tantangannya, Al-Qur'an misalnya di satu masjid, biaya transport difabel ke mesjid itu, kita harus pikirkan agar mereka bisa datang ke masjid untuk belajar," kata Betsy.

Harga satu Al-Qur'an Braille itu tak seperti mushaf pada umumnya. Menurut Betsy, satu mushaf bisa mencapai Rp2 juta. Ketebalan pun tak seperti mushaf yang kerap ditemui. Membaca Al-Qur'an Braille bagi tunanetra mirip seperti membaca huruf Braille. Hampir semua huruf Hijaiyah merupakan kombinasi dari titik Braille pada huruf latin.

Misalkan huruf Alif, formasi titik braille-nya hampir sama dengan huruf A pada huruf latin. Hanya ditambahkan satu titik lagi pada hurufnya sebagai tanda fathah, kasrah, atau dhammah.

Al-Qur'an Braille memiliki ukuran yang berbeda dengan Al-Qur'an pada umumnya. Al-Qur'an Braille lebih tebal dibandingkan pada umumnya. Al-Qur'an Braille lebih tebal dibanding Al-Qur'an biasa. Sebab, huruf Braille pada kertas tidak dapat dilakukan bolak-balik.

Baca Juga: Baitulmaal Muamalat Targetkan Penerima Zakat Naik Status

Jika satu jilid Al-Qur'an dapat memuat 30 juz, kondisi ini berkebalikan dengan Al-Qur'an Braille. Satu buku atau satu jilid Al-Qur'an Braille hanya dapat memuat satu juz. Dengan begitu, 30 juz Al-Qur'an Braille dapat menghabiskan rang penyimpangan hingga satu rak buku.

"Satu Al-Qur'an sekitar Rp2 juta. Ini kan besar-besar, jadi tidak sama dengan Al-Qur'an biasa. Al-Qur'an produksi dalam negeri," kata Betsy.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)