LANGIT7.ID, Jakarta - Program Kartu Prakerja diklaim mampu membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Program ini juga mampu meningkatkan produktivitas, pengalaman, dan keterampilan penerima program melalui berbagai pelatihan yang ditawarkan.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa di masa Indonesia mengalami sulit keberhasilan program Kartu Prakerja tidak dapat terwujud tanpa pemanfaatan platform digital yang dihasilkan ana-anak muda Indonesia.
“Seperti disampaikan Pak Airlangga (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto), tidak ada yang lewat uang itu, anggaran itu ke kementerian, ke provinsi, ke kabupaten, ke kota baru ke peserta. Ini langsung dari Menteri Keuangan transfer langsung ke peserta. Coba,” ujarnya.
Saat ini sudah sekitar 115 juta orang yang terdaftar dan yang sudah terverifikasi ada 84 juta peserta. Sedangkan yang sudah menerima manfaat 12,8 juta orang. Artinya, sebanyak 12,8 juta orang saat ini skill, dan pengalamannya meningkat karena pelatihan.
"12,8 juta orang memiliki skill dan pengalaman karena pelatihan. Ini angka yang tidak kecil,” kata Jokowi dalam keterangannya dikutip Ahad (19/6/2022).
Baca juga: Kartu Prakerja Diapresiasi Bank DuniaSelain itu, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, sebanyak 88,9 persen peserta Kartu Prakerja menyatakan dapat meningkatkan keterampilannya.
“Saya mengapresiasi Pak Menko beserta seluruh tim. Kita harapkan terus dievaluasi, dikoreksi, diperbaiki,” katanya.
Jokowi menyampaikan, dalam situasi sulit dan ketidakpastian global saat ini bangsa Indonesia dituntut untuk produktif. Dengan begitu, upskilling dan reskilling sumber daya manusia (SDM) begitu penting bagi bangsa Indonesia.
“Kuncinya kemajuan negara ini adalah di sumber daya manusia, bukan di sumber daya alam. Sumber daya alam banyak tetapi kalau SDM-nya tidak mendukung enggak ada artinya. Tapi kalau sumber daya alamnya ada didukung oleh SDM yang baik seperti yang ada di kanan kiri saya ini, didukung, inilah yang akan nanti membuat negara ini maju,” ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa dalam laporannya program pemerintah untuk rakyat da menjadi salah satu program yang paling masif dibandingkan negara lain.
"Melalui program ini pemerintah berharap dapat menjadi solusi untuk menghadapi tantangan global, kami melaporkan dalam mereka mencari jalan untuk menghadapi tantangan the future of works terkait dengan transformasi digital, green economy, yang membutuhkan tenaga dan adult live long learning dari hampir seluruh negara yang memaparkan yang paling siap dan sudah operasional insyaallah dari Indonesia Pak melalui Kartu Prakerja," kata Aorlamgga dikutip Ahad (19/6/2022).
Baca Juga: Penting! Umat Islam Harus Punya Skill Kelola Keuangan Kartu Prakerja juga telah mendapata apresiasi dari dunia Internasional. Bahkan pihaknya menyebut sejumlah negara ingin mempelajari sistem Kartu Prakerja di Indonesia.
(sof)