LANGIT7.ID, Jakarta -
Jemaah haji lanjut usia (lansia) diminta jangan sampai mengalami dehidrasi selama menjalani
ibadah di Tanah Suci. Ada tanda-tanda saat tubuh kekurangan cairan.
Kepala Pusat Kesehatan Haji dr Budi Sylvana, tim kesehatan haji harus memastikan kondisi kesehatan jemaah haji, apalagi mereka yang berisiko tinggi.
"Jangan sampai mereka kekurangan cairan yang akhirnya mengalami dehidrasi," kata Budi dalam keterangannya dilansir
Antaranews, Ahad (26/6/2022).
Menurut dia, untuk jemaah haji bisa melihat kondisi tubuh kekurangan cairan dengan mengenali tanda-tanda saat buang air kecil. Warna urine bisa menjadi indikator dehidrasi.
Baca Juga: Kondisi Jalan Ramai, Petugas Haji Minta Jemaah Tak Abai saat Menyeberang"Air kencing berwarna kuning. Itu tanda dehidrasi," katanya.
Menurutnya, kekurangan cairan bagi jamaah haji yang masih usia muda masih bisa ditoleransi. Berbeda bagi jamaah haji lansia.
Kondisi ini bisa menjadi masalah dan dapat menimbulkan kekambuhan pada penyakit komorbid. Apalagi ditambah dengan banyak melakukan aktivitas fisik selama ritual ibadah haji.
Budi berpesan agar menjaga diri dari dehidrasi tidak hanya digaungkan kepada jamaah haji, tetapi juga kepada para petugas agar menjaga dirinya tetap terhidrasi.
"Baik jamaah maupun petugas tetap dalam kondisi terbaik."
(bal)