Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Terlilit Utang Puluhan Tahun, Pasutri Asal Kediri Mampu Bangkit dari Usaha Kubah Masjid

mahmuda attar hussein Jum'at, 06 Agustus 2021 - 11:00 WIB
Terlilit Utang Puluhan Tahun, Pasutri Asal Kediri Mampu Bangkit dari Usaha Kubah Masjid
Ilustrasi bisnis kubah mesjid. Foto: Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Kediri - Sempat terlilit utang bank selama puluhan tahun, pasang suami-istri (pasutri) asal Kediri kini sukses dengan menjadi produsen kubah masjid. Perjuangan masa sulit mampu mengubah hidup mereka menjadi lebih dekat dengan agama.

Nama pasangan itu Wahyu Agus Ariadi dan Reni Rahmawati. Mereka pemilik PT Anugerah Kubah Indonesia, Kediri. Produsen pembuatan kubah masjid yang berkembang pesat dengan pendekatan agama dalam pengelolaannya.

Pasutri ini menerapkan beberapa peraturan di perusahaan mereka dengan berbasis ajaran Islam. Salah satunya mewajibkan seluruh karyawan menjalankan ibadah perintah agama di lingkungan perusahaan.

Menurut Reni, seluruh karyawannya berama Islam. Namun, dari pengamatannya , ternyata memang beberapa di antaranya belum taat untuk melakukan ibadah.

“Ada aturan tidak boleh merokok saat jam kerja, musik juga tidak boleh, karena sebelumnya nyetel musik kayak orang mantu. Sampai kemudian ada kebijakan untuk mewajibkan shalat Zhuhur dan Ashar berjamaah. Kami pemilik perusahaan punya tanggung jawab moral, agar mereka bisa melaksanakan shalat. Kalau lima waktu tidak bisa, setidaknya kita bantu dua waktu di pabrik dikerjakan,” jelasnya.

Walaupun mendapat penolakan cukup besar dari para pekerjanya, tapi Reni tetap konsisten dengan kebijakan tegas perusahaan. Bahkan jika dilanggar, perusahaan memberikan Surat Peringatan (SP).

“Ketika itu pertentangan cukup besar, karena mereka bilang perusahaan kok mengatur shalat, tapi kami tegas bahkan ketika tidak shalat kita SP. Pernah sekali waktu ada 15 pekerja yang tidak shalat. Kita panggil semua untuk buat pernyataan agar tidak mengulanginya lagi. Kami tegas, karena orang yang menegakkan shalat dia bisa menyelesaikan urusan pribadi dan pekerjaannya dengan baik,” ujarnya.

Terlilit utang diawal merintis usaha

Dari beberapa usaha sebelumnya, Pasutri itu selalu terhimpit utang karena kesalahan dalam pengelolaan dana. Sempat berjaya dari bisnis seluler dari 2003-2005, tapi harus menelan pil pahit terjebak pada pinjaman bank. Mereka selalu merasakan ketidaktenangan dalam hidup.

“Jadi pada 2005 kami mencoba untuk buka usaha baru rental mobil karena. Di situlah awal kemunduran, karena kami saat itu tidak mempertimbangkan risiko yang ada. Kredit satu unit mobil, modal simpanan kami tergerus untuk cicilannya,” ujar Reni dikaanal Youtube Pecah Telur.

Reni mengaku utang yang banyak untuk menutup kebutuhan hidup, ia sempat stres dan tidak bisa memberika ASI kepada anak keduanya yang saat itu masih kecil. Akibat posisi sulit itu, beralasan butuh modal dan kewajiban membayar utang bank, Wahyu suaminya terlibat pinjaman uang dari rentenir.

“Jadi anak saya nomor dua sempat hanya minum air gula setiap hari, karena tingkat stres saya ASI tidak keluar. Sampai akhirnya mobil dipinjam teman malah kecelakaan, dan dijual murah karena memang tidak punya nilai,” katanya.

Ingin merubah nasib, mereka memutuskan pindah ke dari Malang ke Trenggalek. Tapi, di tempat baru, keduanya kembali terlilit utang untuk membuka usaha baru. Di sana mereka kembali membuka toko seluler dan kuliner untuk menyambung hidup.

“Sejak di Trenggalek, utang kami tambah banyak. Di Kota Malang sudah banyak, sudah selesai, pindah Trenggalek ambil utang lebih besar, jadi gali lobang tutup lobang dan itu tidak menyelesaikan masalah,” jelasnya.

Terlilit utang dan selalu didatangi penagih utang, Reni mengisahkan, suaminya selalu merenung di masjid. Suaminya dipertemukan dengan seseorang yang memberi saran untuk membuka sebuah usaha dengan transaksi di pasar online.

Pertemuan itu, menjadi titik balik dari segala problematika hidup yang mereka alami. Suaminya teringat seorang teman memiliki usaha kubah masjid. Wahyu lantas tertarik menjadi sales untuk membantu memasarkan.

“Kami menangis puluhan tahun, sampai kemudian bertemu produsen kubah masjiid yang menawarkkan komisi 10 persen dari nilai kubah. Ternyata proyek pertama, kita hanya dapat 5 persen, karena produsen merugi. Akhirnya kita ubah strategi, kita beli kubah mereka, dan memasarkan dengan ketetapan harga dari kita,” jelasnya.

Bagi Reni, kejadian ini benar-benar merubah jalan hidupnya. Skenario yang dibuat Tuhan membuat usaha yang dilakukan berkembang cukup pesat.

Hingga suatu saat, suaminya memutuskan untuk punya usaha sendiri dan menjadi produsen kubah masjid. Awal 2016, cita-cita itu terwujud. Mereka memutuskan untuk menjadi produsen kubah masjid. Pekerjaannya dimulai di halaman rumah.

“Suami saya bilang, ketika dia dipanggil Yang Kuasa agar nantinya ada yang ditinggalkan untuk keluarga, karena kalau masih jadi sales tidak ada yang bisa ditinggalkan untuk keluarg,” kenang Reni.

Awal memulai menjadi produsen, Reni mengaku semua alat dan pekerjaan serba minimalis. Mulai dari jumlah karyawan yang hanya empat orang, sampai menggunakan peralatan seadanya.

Namun, dengan cepat usaha ini bisa erkembang cukup pesat. Baru setahun berjalan, mereka bisa merekrut sekitar 50 orang pekerja di perusahaannya.

“Kalau sekarang kan sudah digital, jadi lebih simpel. Dari situ saya selalu sampaikan rambu-rambu kepada suami, dari pengalaman yang sudah ada kita jadikan itu sebagai pembelajaran. Jangan sampai kita terlilit banyak utang lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, PT Anugerah Kubah Indonesia ini adalah perusahaan yang merupakan bentuk dari realisasi visi dari Wahyu. Namun, kini Wahyu sudah meninggal dunia pada 2020 lalu akibat terjangkit Covid-19.

Kini Reni yang menjalankan perusahaan dibantu beberapa rekan dan pekerja lainnya. Ia mengatakan, banyak belajar dari pengalaman pahit dan beberapa ilmu yang didapat dari kegigihan almarhum suaminya.

“Almarhum adalah orang yang visioner, ketika ia sudah tiada itu terasa. Kecepatan yang sering ia terapkan dalam pekerjaan itu untuk mempersiapkan kita menjadi orang yang kuat. Terasa di pribadi saya, dulu saya adalah seorang anak dari keluarga yang tidak neko-neko, hidup biasa tidak perlu kencang berlari. Tapi ternyata hidup itu dinamis,” kenangnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)