LANGIT7.ID, Jakarta - Sebanyak 13 orang tewas dalam kasus kebocoran gas klorin di Yordania di Pelabuhan Aqaba, Laut Merah Yordania. Peristiwa itu terjadi pada Senin (27/6/2022) waktu setempat.
Melansir Arab News, dari jumlah korban, 4 di antaranya merupakan imigran Asia, 8 warga Yordania. Kekuatan ledakan dari peristiwa itu membuat sebuah truk terguling ke sisi pelabuhan dan awan gas kuning mengepul yang membuat pekerja dermaga berlari menyelamatkan diri.
Pemerintah setempat telah mengevakuasi seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat agar menutup pintu dan jendela serta tak keluar sampai situasi sudah aman.
Baca Juga: Bani Hasyim Klan Nabi Muhammad Ternyata Punya Kerajaan dan Masih Eksis
Peristiwa itu terjadi saat tangki berisi 25 ton gas klorin yang diekspor ke Djibouti jatuh saat diangkut. Rekaman video menunjukkan derek mengangkat tangki dari truk, dan kemudian tangki jatuh ke dek kapal dan meledak.
Para korban luka dilarikan ke dua rumah sakit pemerintah, satu fasilitas swasta dan satu rumah sakit lapangan.
Direktur kesehatan Aqaba Jamal Obeidat mengatakan, rumah sakit di daerah itu penuh dan tidak dapat menerima lebih banyak korban. "Orang-orang yang terluka dalam kondisi sedang hingga kritis," katanya, seperti dikutip Arab News, Selasa (28/6/2022).
Dr. Mhammed Al-Tarawneh, seorang konsultan penyakit dada, mengatakan, gas klorin sangat beracun. Kebocoran gas itu dapat mempengaruhi area sekitar ledakan secara signifikan.
Dia mengatakan, kontak dengan gas ini bisa menyebabkan iritasi pada selaput lendir dan ruam kulit merah. Menghirup gas dapat menyebabkan pneumonia, rasa terbakar di kerongkongan, diare, sakit kepala, gangguan penglihatan, dan kehilangan kesadaran.
(jqf)