LANGIT7.ID - Bani Hasyim yang merupakan klan dari Nabi Muhammad SAW ternyata memiliki kerajaan di Yordania dan masih eksis sampai saat ini. Kerajaan tersebut bernama اَلمَمْلَكَة اَلأُرْدُنِيَّة اَلهَاشِمِيَّة atau Kerajaan Hasyimiyah Yordania.
Nama Hasyimiyah dinisbatkan kepada Hasyim kakek buyut Nabi Muhammad SAW. Saat ini Bani Hasyim yang berada di Yordania merupakan keturunan langsung dari Nabi Muhammad melalui Fatimah, putri Rasulullah.
Fatimah punya dua putra yang bernama Hasan dan Husein. Keturunan Hasan dijuluki dengan nama Syarif dan Husein bernama Sayyid. Keluarga Kerajaan Yordania, yang merupakan klan Hasyim, merupakan keturunan Hasan.
Mengutip Encyclopedia.com, awalnya keturunan Hasan (Syarif) memerintah wilayah Hijaz di Arab bagian Barat antara 967 sampai 1201 M. Mereka juga memerintah di Mekkah pada 1201 hingga 1925 M, meskipun mereka mengakui Kedaulatan Sultan Utsmani pada 1517.
Baca Juga: Reshuffle di Masa Umar bin Khattab, Dicopotnya Panglima Terbaik Demi Jaga Akidah Umat
Selama Pemberontakan Besar Arab tahun 1916, Gubernur Hijaz (Arab Saudi) Syarif Hussein bin Ali, yang merupakan Raja Hijaz memimpin pembebasan Tanah Arab dari dominasi Turki.
Setelah membebaskan Yordania, Lebanon, Palestina, Irak, Suriah, dan Hijaz, Putra Syarif Hussein yakni Abdullah Naik tahta di Transyordania. Putra keduanya Faisal naik tahta di Suriah dan kemudian Irak. Namun Syarif Husein gagal menguasai Hijaz kalah oleh Ibnu Sa'ud.
Akhirnya keturunan Syarif Husein terpulul hingga ke Yordania. Emirat Transyordania didirikan pada 11 April 1921. Setelah Merdeka dari Inggris pada 1946, Emirat Transyordania menjadi Kerajaan Yordania. Raja Abdullah lalu memimpin Yordania dan membentuk negara modern.
Raja Abdullah mengembangkan fondasi institusional Yordania modern, membangun legitimasi demokrasi dengan menyebarluaskan Hukum Organik pertama Yordania pada tahun 1928 (dasar untuk Konstitusi saat ini). Dia juga mengadakan pemilihan untuk majelis pertamanya pada 1929.
Dia juga melakukan berbagai negosiasi dengan Inggris untuk meningkatkan kebebasan bagi Yordania. Raja Abdullah mencapai kemerdekaan penuh dari Inggris pada 25 Mei 1946.
Baca Juga: Ketua DPR Dukung Pembangunan Museum Nabi Muhammad di Indonesia
Inggris segera memisahkan Palestina dari Transyordania dan memberikan otonomi terbatas atas wilayah tersebut kepada Raja Abdullah I. Keluarga kerajaan dikenal sebagai Hashemite.
Meski begitu, Raja Abdullah berhasil mempertahankan Al-Quds dan Tepi Barat dalam Perang Arab-Israel 1948, Raja Abdullah secara teratur melakukan perjalanan ke Masjid al-Aqsa untuk salat Jumat.
Pada 20 Juli 1951, Raja Abdullah dibunuh oleh seorang pria bersenjata saat menghadiri salat Jumat di Al-Aqsa bersama cucunya Hussein.
Saat ini, Kerajaan Hasyimiyah Yordania dipimpin Raja Abdullah II bin al-Hussein al Hashimi. Dia menduduki kursi raja sejak 7 Februari 1999. Dia tercatat sebagai generasi ke-41 keturunan Nabi Muhammad SAW.
Raja Abdullah II populer secara lokal dan internasional, karena berhasil menjaga stabilitas Yordania. Dia juga dikenal mempromosikan dialog antaragama dan pemahaman Islam yang moderat.
Sebagai pemimpin Arab terlama saat ini, dia dianggap oleh
Royal Islamic Strategic Studies Centre sebagai muslim paling berpengaruh di dunia pada 2016. Dia juga mengemban amanah sebagai penjaga Masjid Al-Aqsa di Al-Quds. Posisi itu sudah dipegang Bani Hasyim sejak 1924.
(jqf)