Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 06 Mei 2026
home masjid detail berita

Ini Panduan Lengkap Melaksanakan Shalat Idul Adha

hasanah syakim Sabtu, 09 Juli 2022 - 23:34 WIB
Ini Panduan Lengkap Melaksanakan Shalat Idul Adha
Warga Perumahan Telaga Sakinah menggelar shalat Id di jalan utama di dalam komplek perumahan. (Foto: Dok. Langit7.id)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pada perayaan Idul Adha, umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan shalat Idhul Adha. Shalat Idul Adha memiliki syarat dan rukun yang sama dengan shalat yang lainnya.

Shalat Idul Adha dilakukan dua rakaat dan disunnahkan secara berjamaah. Namun jika terlambat berjamaah, shalat ini boleh dilakukan secara sendiri.

Baca Juga: Muslimah Haid Saat Idul Adha, Bolehkah Ikut Datang Semarakkan Salat Id?

Berikut ini beberapa panduan dalam melaksanakan shalat Idul Adha, seperti dilansir dari muhammadiyah.or.id, Sabtu (9/7/2022).

1. Perbanyak Takbir

Saat perayaan Idul Adha hendaknya memperbanyak membaca takbir mulai subuh hari Arafah hingga asar hari terakhir di Mina atau tanggal 13 Zulhijah. Pelaksanaan takbir sejak subuh hari Arafah hingga pada hari-hari tasyrik dapat dibaca setiap waktu atau tidak hanya dilakukan setelah salat fardu saja.

Bacaan takbir Idhul Adha antara lain:

اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ لآاِلهَ اِلَّاالله وَاللهُ اَكْبَرُاللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْد

2. Berhias dengan pakaian bagus dan memakai wangi-wangian

عَنْ زَيْدِ بْنِ الْحَسَن بْنِ عَلِي عَنْ أَبِيْهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : أَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْعِيْدَيْنِ أَنْ نَلْبَسَ أَجْوَدَ مَا نَجِدُ وَأَنْ نَتَطَيَّبَ بِأَجْوَدِ مَا نجِدُ وَأَنْ نَضْحِيَ بِأَسْمَنِ مَا نَجِدُ الْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ وَالْجَزُوْرَ عَنْ عَشَرَةٍ وَأَنْ نُظْهِرَ التَّكْبِيْرَ وَعَلَيْنَا السَّكِيْنَةُ وَالْوَقَارُ

[رواه الحاكم].

Dari Zaid Ibn al-Hasan bin Ali dari ayahnya (diriwayatkan) ia berkata: Kami diperintahkan oleh Rasulullah saw pada dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) untuk memakai wangi-wangian terbaik yang ada, dan menyembelih binatang kurban tergemuk yang ada (sapi untuk tujuh orang dan unta untuk sepuluh orang) dan supaya kami menampakkan keagungan Allah, ketenangan dan kekhidmatan. (HR. al-Hakim).

3. Tidak makan sebelum shalat Idul Adha

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ وَلَا يَطْعَمُ يَوْمَ الْأَضْحَى حَتَّى يُصَلِّيَ

[رواه الترمَذي].

Dari Abdullah ibn Buraidah dari ayahnya (yaitu Buraidah bin al-Husaib) (diriwayatkan) ia berkata Rasulullah saw pada hari Idul Fitri tidak keluar sebelum makan, dan pada hari Idul Adha tidak makan sehingga selesai shalat (HR. Tarmizi).

4. Waktu shalat Idul Adha

Waktu shalat Ied adalah pagi hari dimulai dari matahari setinggi tombak sampai waktu zawal atau matahari bergeser ke barat). Ibn Qayyim al-Jauziyah mengatakan: "Nabi saw biasa mengakhirkan shalat Idul fitri dan mempercepat pelaksanaan shalat Idul Adha" (Ibn Qayyim al- Jauziyah).

Tujuan dari mengakhirkan shalat Idul Fitri ini agar umat Islam mempunyai kesempatan untuk menunaikan zakat fitri. Sedangkan shalat Idul Adha dikerjakan lebih awal supaya orang-orang dapat segera menyembelih hewan kurban.

Baca Juga: Muhammadiyah Gelar Salat Idul Adha di 431 Titik se-DIY

5. Dikerjakan dua rakaat dan tidak ada shalat sunah sebelum dan sesudah

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ يَوْمَ أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلَا بَعْدَهَا

[رواه مسلم].

Dari Ibn abbas (diriwayatkan) bahwasanya Rasulullah saw pada hari Idul Adha atau Idul Fitri shalat dua rakaat, dan tidak mengerjakan shalat apapun sebelum dan sesudahnya (HR. Muslim).

6. Tidak ada adzan dan iqamah sebelum salat Idul Adha dan tidak ada ucapan as-salatu jamiah.

عَنْ جَابِرٍ ابْنِ سَمُرَةَ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِيدَيْنِ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلاَ مَرَّتَيْنِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ


[رَوَاهُ مُسْلِم].

Dari Jabir Ibn Samurah (diriwayatkan) ia berkata: aku pernah melaksanakan salat Id bersama Rasulullah saw bukan hanya sekali atau dua kali, ketika itu tidak ada adzan maupun iqamah (HR. Muslim).

Adapun tata cara melaksanakan salat Idul Adha antara lain:

1. Awali dengan niat

Saat hendak melaksanakan shalat Idul Adha dapat diawali dengan niat. Adapun niat shalat Idul Adha yaitu:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَـــال

Artinya: "Aku berniat salat Idul Adha dua rakaat (menjadi makmun/imam0 karena Allah taala". Jika shalat Idul Adha dilakukan sendiri tidak perlu menambahkan kata makmum atau imam.

2. Takbiratul Ihram

Setelah niat, dilanjutkan dengan takbiratul ihram yang dilakukan seperti shalat biasa. Setelah itu dilanjutkan dengan membaca do'a iftitah, serta dilanjutkan dengan membaca takbir dengan mengangkat tangan sebanyak tujuh kali untuk rakaat pertama.

Di antara ketujuh takbir tersebut dianjutkan untuk membaca lafal sebagai berikut:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya: "Allah Mahabesar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Mahasuci Allah, baik waktu pagi dan petang."

3. Membaca Surat Al-Fatihah, dan dianjurkan membaca Surat al-A'la.
4. Di rakaat kedua dianjurkan untuk untuk membaca Surat al-Ghasyiyah hingga salam.
5. Menyimak khutbah Idul Adha.

Baca Juga:


Salat Id di Masjid atau Lapangan, Mana Lebih Afdal?

Daftar Masjid Raya Jabodetabek Gelar Salat Idul Adha, Ahad 10 Juli 2022


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 06 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)