LANGIT7.ID, Jakarta -
Ibadah kurban tahun 2022 memiliki potensi Rp31 triliun lebih. Peluang tersebut diharap bisa dinikmati oleh umat Islam, khususnya mereka yang dari kelompok tidak mampu.
Dalam studi Direktorat Kajian dan Pengembangan
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), terungkap bahwa potensi
kurban tahun 1443 Hijriah ini, mencapai Rp31,6 triliun.
Pakar
Ekonomi Syariah IPB, Irfan Syauqi Beik mengatakan, secara ekonomi potensi ibadah kurban yang didapat dari sekitar 2,6 juta orang pekurban cukup besar. Meningkat 74 persen dibandingkan tahun lalu.
Dengan total angka hewan kurban mencapai 2,1 juta ekor. Terdiri atas 1,6 juta ekor kambing/domba dan 521 ekor sapi.
Baca Juga: Sambut Idul Adha 2022, Wapres: Kurban jadi Bukti Kepekaan Sosial"Ini setara dengan total 166 ribu ton daging kurban. Terdiri atas 124,5 ribu ton daging kambing/domba dan 41,9 ribu ton daging sapi," ungkap dia dalam khutbah Idul Adha di Masjid Al Huda Taman Kota Bekasi, Ahad (10/7/2022).
Adapun dilihat dari sisi manfaat, sekitar 11,8 juta rumah tangga bakal menjadi penerima manfaat kurban. Dengan besaran yang diterima tidak kurang dari 1,5 kilogram daging per rumah tangga.
Data Baznas pada 2021 lalu, terungkap bahwa rata-rata Laznas tingkat nasional baru mampu mengelola kurban dengan kapasitas 7.000 ekor domba/kambing dan 276 ekor sapi per masing-masing lembaga.
"Bila dikumpulkan secara nasional maka total hewan kurban secara nasional yang dikelola lembaga ini mencapai 1,7 juta ekor," jelasnya
Dengan potensi besar ini, kata dia, perlu dicari cara agar dapat memanfaatkan momentum ibadah kurban sehingga nilai ekonominya bisa dinikmati secara optimal oleh umat. Termasuk oleh para peternak dhuafa di Indonesia.
Untuk itu, Baznas dan Laznas telah mengembangkan program pemberdayaan dhuafa. Dengan harapan para peternak ini bisa naik kelas sehingga terbebas dari garis kemiskinan.
"Program ini juga dilakukan dengan tujuan membangun kemandirian ekonomi, kelembagaan, dan kemandirian spiritual," tambahnya.
(bal)