LANGIT7.ID, Minneapolis - Masyarakat muslim di
Amerika Serikat menggelar salat
Idul Adha 1443 H di U.S Bank Stadium yang terletak di pusat kota Minneapolis, Minnesota,
Amerika Serikat. Hari raya yang digelar pada Sabtu (9/7/2022) itu dihadiri sekitar 40 ribu umat Islam dari seluruh negara bagian Minnesota.
![Dahsyat, 40 Ribu Muslim Amerika Salat Idul Adha di US Bank Stadium]()
Melansir kstp.com, umat Islam
Amerika Serikat sangat antusias hadir di stadion tersebut untuk menggelar salat
Idul Adha. Bahkan, banyak umat Islam yang tidak masuk ke dalam stadion lantaran tidak memenuhi kapasitas.
Perayaan
Idul Adha di kota tersebut memang terpusat di satu titik. Ini karena beberapa tahun terakhir perayaan
Idul Adha mengalami gangguan keamanan saat digelar di masjid-masjid.
Baca Juga: Biden Ucapkan Selamat Idul Adha: Peringatan Pengabdian Ibrahim
Abdulahi Farah dari Koalisi Muslim mengatakan, islamofobia yang masih marak di Amerika Serikat menciptakan ketakutan di tengah masyarakat Inggris. Itu menyebabkan perayaan Idul Fitri maupun Idul Adha diadakan di satu titik. Itu sudah berlangsung sejak 2018 silam.
“Ada banyak retorika politik, banyak ketakutan dan narasi memecah belah yang ada di luar sana. Banyak komunitas kami berada di bawah bayang-bayang gelap ini, ya Tuhan, apakah benar-benar aman untuk berkumpul bersama untuk Idul Fitri?” kata Farah, melansir kstp.com, Senin (11/7/2022).
Meski begitu, umat Islam tidak gentar apalagi mundur menghadapi berbagai ancaman tersebut. Dari ancaman itulah muncul ide untuk memusatkan titik perayaan Idul Adha.
Farah menjelaskan, umat Islam memilih U.S Bank Stadium sebagai tempat Idul Adha karena itu merupakan salah satu tempat terbesar di Minnesota. Tempat itu dianggap cocok karena bisa menampung puluhan ribu jemaah.
Baca Juga: Sejarah Pembangunan Masjid Pertama di Amerika Serikat
Pada 2021 lalu, jemaah yang hadir mencapai 30-35 ribu jemaah. Tahun ini meningkat menjadi 40 ribu. Farah menilai peningkatan itu merupakan tanda-tanda positif untuk perkembangan umat Islam di Amerika Serikat.
“Ini benar-benar memberi Anda rasa memiliki dan rasa persatuan,” kata Farah.
(jqf)